Disnaker DKI: Kecelakaan Kerja yang Terjadi Terutama karena Pekerja Kelelahan

Kompas.com - 26/02/2018, 19:30 WIB
Puslabfor mulai cari bukti insiden melorotnya cor-coran di Tol Becakayu, Rabu (21/2/2018)Stanly Ravel Puslabfor mulai cari bukti insiden melorotnya cor-coran di Tol Becakayu, Rabu (21/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono menyampaikan, ada pekerja proyek konstruksi di Jakarta yang bekerja melebihi jam normal. Ia menemukan adanya pengerjaan proyek yang dipercepat tetapi tidak disertai penambahan pekerja.

"Terus terang sesuai hasil pemeriksaan sementara, disimpulkan bahwa kecelakaan-kecelakaan yang terjadi ini terutama adalah faktor kelelahan. Jadi dari jam kerja, tentunya bisa ini dilakukan tiga shift namun kenyataannya kebanyakan menggunakan dua shift," ujar Priyono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/2/2018).

Baca juga : Menteri PUPR Bantah Kecelakaan Konstruksi Terjadi karena Percepatan Pembangunan

Priyono menyampaikan, sebenarnya tak ada aturan khusus yang mengatur jam kerja di sektor konstruksi.


Biasanya, jam kerja dihitung 7 jam per hari atau 40 jam dalam sepekan. Aturannya, jika melebihi jam ini, perusahaan membayar uang lembur.

"Namun demikian ini juga tentunya perlu dipertimbangkan karena khususnya ini kerja konstruksi. Mungkin terpengaruh cuaca, malam hari, tentunya juga perlu dipertimbangkan," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta agar penanggung jawab proyek dan perusahaaan lebih memperhatikan keselamatan pekerja.

"Kita ingin menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu jangan sampai untuk mencapai target, kita tidak menambah lapangan kerja. Justru kita harus menambah lapangan pekerjaannya untuk memastikan kualitas dari pekerjaan dan keselamatan dari pekerjanya itu yang utama," ujarnya.

Baca juga : Satu Korban Jatuhnya Cetakan Konstruksi Tol Becakayu Jalani Operasi

Selain itu, Sandiaga mengimbau kepada pemberi kerja agar mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebut, dari 3,4 juta tenaga kerja yang ada di DKI, sebanyak 1,1 juta memiliki NIK DKI. Ia berharap jaminan ketenagakerjaan ini juga menyasar pekerja di sektor informal seperti pedagang pasar hingga pedagang OK OCE.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anak Haji Lulung Bakal Kritik Anies Bila Tidak Pro Umat

Anak Haji Lulung Bakal Kritik Anies Bila Tidak Pro Umat

Megapolitan
AF Edarkan Ganja kepada Kalangan Pelajar di Jakarta Selatan Sejak 2015

AF Edarkan Ganja kepada Kalangan Pelajar di Jakarta Selatan Sejak 2015

Megapolitan
Pasutri Edarkan 4,5 Kg Sabu, Suaminya Residivis

Pasutri Edarkan 4,5 Kg Sabu, Suaminya Residivis

Megapolitan
Putri Zulhas Diusulkan Jadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Putri Zulhas Diusulkan Jadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi Depok: Sopir Tembak Aniaya Kompol Hamonangan Nadapdap

Polisi Depok: Sopir Tembak Aniaya Kompol Hamonangan Nadapdap

Megapolitan
Anak Lulung Banjir Karangan Bunga pada Pelantikan DPRD DKI

Anak Lulung Banjir Karangan Bunga pada Pelantikan DPRD DKI

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kota Bekasi Bentrok dengan Polisi

Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kota Bekasi Bentrok dengan Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengedar dengan Barbuk 4,5 Kg Sabu, Suaminya Diburu

Polisi Tangkap Pengedar dengan Barbuk 4,5 Kg Sabu, Suaminya Diburu

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba serta Amankan 1 Kilogram Ganja

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba serta Amankan 1 Kilogram Ganja

Megapolitan
Kuasa Hukum Kivlan Zen Berkeberatan Sidang Praperadilan Kembali Diundur hingga Minggu Depan

Kuasa Hukum Kivlan Zen Berkeberatan Sidang Praperadilan Kembali Diundur hingga Minggu Depan

Megapolitan
Menurut Djarot, Pemindahan Ibu Kota Akan Kurangi Masalah di Jakarta

Menurut Djarot, Pemindahan Ibu Kota Akan Kurangi Masalah di Jakarta

Megapolitan
SOP Diubah, Ambulans di Tangerang Kini Bisa Dipakai Angkut Jenazah

SOP Diubah, Ambulans di Tangerang Kini Bisa Dipakai Angkut Jenazah

Megapolitan
Ini Kronologi Penganiayaan Kompol Nadapdap oleh Sopir Angkot di Depok

Ini Kronologi Penganiayaan Kompol Nadapdap oleh Sopir Angkot di Depok

Megapolitan
Anies Harap Pemilihan Wagub Diselesaikan di Masa Awal Jabatan DPRD DKI yang baru

Anies Harap Pemilihan Wagub Diselesaikan di Masa Awal Jabatan DPRD DKI yang baru

Megapolitan
Putra Din Syamsuddin Ingin Terpilih Bukan karena Ketokohan Ayah

Putra Din Syamsuddin Ingin Terpilih Bukan karena Ketokohan Ayah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X