2 Menteri Sosialisasikan soal Ganjil-Genap di Gerbang Tol Bekasi Barat

Kompas.com - 05/03/2018, 12:09 WIB
Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Bekasi, Jawa Barat, Senin (5/3/2018). KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Koordinator Bidan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Bekasi, Jawa Barat, Senin (5/3/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Seminggu jelang diberlakukannya tiga kebijakan untuk mengurai kemacetan dari Bekasi ke Jakarta, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Gerbang Tol Bekasi Barat, Senin (5/3/2018).

Setelah melakukan rapat bersama pihak-pihak terkait, antara lain Jasa Marga, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, serta pemerintah daerah, kedua menteri itu kemudian menengok persiapan di Gerbang Tol Bekasi Barat.

Saat berada di gerbang tol Bekasi Barat, Luhut dan Budi membagi-bagikan pamflet pemberitahuan mengenai kebijakan tersebut.

Baca juga : Warga Pesimistis Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat Dapat Mengurai Kemacetan

"Tolong di baca ya, Pak, tanggal 12 Maret nanti ada kebijakan ganjil genap di sini," kata Budi kepada salah seorang pengendara yang lewat.

Saat ditemui usai peninjauan, Luhut mengungkapkan kebijakan tersebut sudah dibuat dengan permodelan komputer.

"Ini adalah pilot project yang berusaha membuat flow kendaraan efisien dan bagaimana tidak merusak jalan akibat tonase berlebihan. Itu bisa dibaca dengan komputer dan ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Tentu ke depannya kami akan evaluasi dan memikirkan langkah berikutnya untuk mengatur lalu lintas lebih baik lagi," kata Luhut.

"Dengan pemberlakukan tiga kebijakan ini, ketika dilaksanakan nantinya kita harapkan bisa mengurangi kemacetan hinga 30 sampai 40 persen. Kami berharap dengan kehadiran Pak Menko juga, sosialisasi kebijakan ini untuk 12 Maret mendatang dapat berlangsung dengan baik dan pada saat penerapan masyarakat sudah tahu," kata Budi.

Baca juga : Ganjil-Genap di Pintu Tol Bekasi Diharapkan Kurangi 2.200 Kendaraan Pribadi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X