Menengok Kembali Kalijodo yang Dulu Kelam, Kini Penuh Warna dan Tawa

Kompas.com - 10/03/2018, 09:10 WIB
RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comRPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum 2016, kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, mempunyai citra yang negatif di mata masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Warung remang-remang yang berjejer di pinggir jalan, wanita tuna susila yang menjajakan diri, serta banyaknya lokasi perjudian jadi pemandangan biasa di kawasan Kalijodo.

Namun, pemandangan itu tak terlihat ketika Kompas.com berkunjung ke Kalijodo pada Kamis (8/3/2018). Alih-alih warung remang-remang Kompas.com justru disambut oleh sekumpulan anak yang sedang asyik bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.

Baca juga : Liburan Murah Meriah di RPTRA Kalijodo

Dewi, pengelola RPTRA Kalijodo, mengatakan RPTRA tersebut memang menjadi tempat favorit bagi warga sekitar untuk menghabiskan waktu.

"Kalau pagi biasanya banyak lansia yang jalan-jalan di sini. Nanti mulai sore anak-anak remaja tanggung pada datang buat main futsal. Kalau anak-anak kecil juga biasanya sore mulai datang," kata Dewi.

Arena BMX dan skateboard di RTH Kalijodo, Jakarta BaratKOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Arena BMX dan skateboard di RTH Kalijodo, Jakarta Barat

Tak cuma warga sekitar, RPTRA Kalijodo juga kerap dikunjungi oleh warga dari Jabodetabek maupun luar kota. Dewi pun menyebut RPTRA Kalijodo sebagai RPTRA Pariwisata.

"Bedanya dengan RPTRA lain, RPTRA Kalijodo ini disebut juga RPTRA Pariwisata. Karena pengunjungnya di hari biasa pun bukan dari sekitar sini," kata Dewi.

Secara lokasi, RPTRA Kalijodo memang berbeda dengan RPTRA kebanyakan. Bila RPTRA umumnya ditemukan di tengah pemukiman warga, RPTRA Kalijodo justru berada di tepian jalan protokol Ibu Kota.

Baca juga : Panas Terik Tak Halangi Anak-anak Bermain di RPTRA Kalijodo

Lokasi yang strategis tentu memengaruhi jumlah pengunjung RPTRA Kalijodo. Dewi menuturkan, setiap harinya ada lebih dari 150 orang yang mengunjungi RPTRA Kalijodo. Pengunjungnya pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.

Lukisan mural di RTH Kalijodo, Jakarta BaratKOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Lukisan mural di RTH Kalijodo, Jakarta Barat

Sementara, ketika akhir pekan tiba maka jumlah pengunjungnya akan melonjak berkali-kali lipat.

"Kalau weekend bisa sampai seribu lah, itu baru RPTRA saja belum termasuk RTH," kata Dewi.

Baca juga : Menikmati Minggu Siang di Kalijodo...

Selain RPTRA, kawasan Kalijodo mempunyai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Rahmat, petugas keamanan RTH Kalijodo, menuturkan bahwa jumlah pengunjung RTH Kalijodo tak kalah banyak dibandingkan jumlah pengunjung RPTRA.

"Kalau siang begini memang sepi mas. Tapi kalau udah sore apalagi kalau weekend bisa sampai ratusan. Kira-kira 500-an lah," kata Rahmat.

RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).

Rahmat mengatakan, ketika momen-momen spesial seperti tahun baru, jumlah pengunjung RTH Kalijodo bisa mencapai angka seribu.

"Waktu tahun baru itu membludak banget mas. Ini isinya orang semua," katanya.

Rahmat menuturkan, pecahan tembok Berlin dan lukisan mural yang berada di RTH Kalijodo merupakan spot favorit para pengunjung.

"Orang-orang pada suka foto-foto di situ," kata Rahmat.

Arena BMX dan skateboard yang berdiri di tengah RTH Kalijodo juga tak sepi pengunjung. Terlihat sejumlah anak dan remaja sedang memanfaatkan fasilitas itu.

RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).

Baik Rahmat dan Dewi mengaku bersyukur dengan kehadiran RPTRA dan RTH Kalijodo. Bagi mereka, kehadiran dua fasilitas publik tersebut berhasil menghilangkan citra negatif yang lekat pada kawasan Kalijodo.

"Sekarang bisa dibilang sudah enggak ada yang aneh-aneh. Paling biasanya ada beberapa anak punk tapi itu bisa diatasi karena sekarang banyak Satpol PP di sini," kata Dewi.

Dewi juga mengaku dirinya sebelumnya tak pernah berani datang ke kawasan Kalijodo karena takut dengan kehidupan malamnya. Setelah dibongkar, barulah Dewi mau mendatangi kawasan tersebut.

Baca juga : Pembangunan Area Parkir di Kolong Tol Kalijodo Dimulai Tahun Depan

"Dulu saya mana berani datang ke sini, serem kan. Alhamdulillah setelah dibongkar dan dipindahkan sekarang jadi kayak begini mah enak, semua bisa datang," kata Dewi yang tinggal di Tambora, Jakarta Barat.

Rahmat juga mempunyai pendapat yang sama. Menurutnya, adanya RTH dan RPTRA Kalijodo membuat kawasan tersebut terasa lebih ramai dan terbuka bagi seluruh masyarakat.

"Kalau dulu kan cuma orang tertentu yang bisa datang. Itu pun niatnya enggak baik kan? Kalau sekarang bagus banyak yang datang. Tua-muda, laki-perempuan, jadi lebih bermanfaat lah buat masyarakat," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Megapolitan
Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X