Omzet Perusahaan yang Distribusikan Makanan Kedaluwarsa Capai Rp 6 Miliar Per Bulan

Kompas.com - 20/03/2018, 19:58 WIB
Polres Metro Jakarta Barat menggeledah gudang makanan kedaluwarsa di Tambora, Jakarta Barat pada Senin (19/3/2018). Dok. Humas Polres Metro Jakarta BaratPolres Metro Jakarta Barat menggeledah gudang makanan kedaluwarsa di Tambora, Jakarta Barat pada Senin (19/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pandawa Rezeki Semesta (PT PRS) kedapatan mendistribusikan makanan olahan impor yang sudah memasuki masa kedaluwarsa.

Kapolres Metro Jakarta Barat Hengki Haryadi mengatakan, perusahaan tersebut mendapat omzet besar setiap bulannya. 

"Rata-rata (omzet) per bulan bisa Rp 3 miliar-Rp 6 miliar. Ini masih sementara karena kami masih melakukan penyelidikan," kata Hengki di Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Senin (20/3/2018).

Baca juga: Ganti Label Makanan Kedaluwarsa lalu Dijual Lagi, Tiga Orang Ditangkap di Tambora

Beberapa makanan olahan kedaluwarsa yang diedarkan dari perusahaan Kraft asal Amerika Serikat dan Masterfood asal Australia itu antara lain susu bayi, mayonais, kue kering, saus, bumbu instan, selai, dan lain-lain. 

Hengki mengatakan, pihaknya juga masih menyelidiki harga jual masing-masing produk. Harga jual di supermarket bisa tiga kali lipat lebih mahal dibanding harga asli. 

PT PRS, lanjutnya, mengakali distribusi dengan mengganti label tanggal produk yang sudah memasuki masa kedaluwarsa dengan tanggal baru.

Baca juga: Polisi Geledah Gudang Makanan Kedaluwarsa di Tambora, Ada Mayones hingga Makanan Anak-anak

"Karena standar supermarket hanya menerima masa kedaluwarsanya maksimal delapan bulan jadi ditolak, sedangkan di sini barangnya diambil lalu labelnya diganti," ujarnya. 

Ia mengatakan, perusahaan tersebut telah mendistribusikan produk-produk ke beberapa supermarket di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Pekanbaru, dan Medan.

Dari kejadian tersebut, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan tiga tersangka, yaitu Direktur PT PRS RA (36) , kepala gudang di Cengkareng DG (27), dan kepala gudang di Tambora
AH (33). Polisi mengamankan 96.060 produk makanan, 1 unit mesin cetak label, 1 botol cairan penghapus label, sebuah alat pres penempel tanggal, dan lain-lain. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

Megapolitan
5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Megapolitan
Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X