Meski Pemadaman Hanya 1 Jam, Anies Ingin Earth Hour Jadi Pengingat

Kompas.com - 24/03/2018, 14:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Makodam Jaya, Jakarta Timur, Jumat (23/3/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Makodam Jaya, Jakarta Timur, Jumat (23/3/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan momen Earth Hour nanti malam memang hanya berlangsung satu jam. Dampak yang dihasilkan mungkin tidak terlalu besar. Namun, dia berharap momen itu bisa menjadi pengingat untuk masyarakat.

"Kami ingin agar momen nanti malam menjadi pengingat. Memang satu jam itu dibandingkan dengan 24 jam kehidupan kita nampaknya kecil, tapi yang penting bukan satu jamnya, tapi mengingat bahwa mari kita hemat energi kaitannya terutama dengan listrik," ujar Anies di Balai Sidang Universitas Indonesia, Sabtu (24/3/2018).

Penghematan listrik yang terjadi pada jam Earth Hour biasanya bisa mencapai 30 persen. Namun, Anies mengingatkan presentase itu bukan hal paling penting. Hal terpenting adalah bagaimana masyarakat sadar untuk menghemat listrik mereka.

Earth Hour akan dilakukan nanti malam sejak pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB. Nanti malam, Anies akan melakukan kick off pemadaman lampu di Balai Kota DKI Jakarta.

Baca juga : Peringati Earth Hour, Lampu Balai Kota hingga Monas Akan Dipadamkan

Lampu-lampu di Balai Kota akan dipadamkan. Anies ingat kegiatan semacam ini sudah dia lakukan sejak dulu. Saat masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies juga melakukan kegiatan yang sama.

"Saya ingat waktu itu di Senayan satu-satunya lampu yang mati hanya gedung kami, yang lainnya masih nyala. Saya berharap nanti malam bisa semuanya kami matikan," ujar Anies.

Meski demikian, Anies mengatakan kampanye Earth Hour ada pengecualiannya. Lampu jalan, rumah sakit, dan fasilitas penting lainnya tidak perlu menghentikan penggunaan listriknya.

"Tapi secara umum (seperti) rumah, gedung, mari kita kurangi dan jadikan ini peringatan untuk kita semua," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Megapolitan
5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Megapolitan
Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Megapolitan
Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Megapolitan
Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Megapolitan
Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Megapolitan
Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Megapolitan
Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Megapolitan
Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Megapolitan
Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X