Limbah Deterjen Warga Penyebab Lautan Busa di KBT Marunda

Kompas.com - 25/03/2018, 18:26 WIB
Warga menebar jala saat memancing di sungai berbusa di Perairan Kanal Banjir Timur (KBT), kawasan Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Busa yang memenuhi KBT selepas Pintu Air Weir 3 Marunda ini akibat limbah rumah tangga. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGWarga menebar jala saat memancing di sungai berbusa di Perairan Kanal Banjir Timur (KBT), kawasan Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Busa yang memenuhi KBT selepas Pintu Air Weir 3 Marunda ini akibat limbah rumah tangga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, lautan busa di Kanal Banjir Timur (KBT) di kawasan Marunda, Jakarta Utara, disebabkan oleh limbah deterjen dari permukiman warga. Air di KBT Marunda telah tercemar deterjen.

"Sebetulnya karena airnya mengandung deterjen. Deterjennya itu ya dari rumah-rumah kita semua ini," ujar Andono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/3/2018).

Andono menjelaskan, air di KBT Marunda tercemar deterjen karena belum adanya sistem pengolahan air limbah atau sewerage system di kawasan tersebut. Saluran air hujan masih menyatu dengan saluran air limbah yang dialirkan ke KBT.

Saat ini, sewerage system di Jakarta belum ideal. Jakarta baru memiliki satu sewerage system di Waduk Setiabudi yang dikelola PD PAL Jaya dan akan mengembangkan sistem tersebut di 15 zona, termasuk Marunda.

Baca juga: Ada Lautan Busa di Marunda, Sandiaga Akan Temui Pengusaha Laundry

Masterplan pengembangan seweraga system di Jakarta sudah ada sejak 2012. Menurut Andono, pengembangan sewerage system itu membutuhkan waktu sangat lama, bisa sampai 20 tahun.

"Di kita sekarang kondisinya memang belum seideal itu, terutama di KBT, itu masih menerima saluran-saluran dari seluruh permukiman yang ada di kita di mana itu semuanya mengandung deterjen," kata dia.

Lautan busa atau buih-buih itu terjadi saat adanya perbedaan tinggi antara muka air laut dengan muka air di KBT. Air dari hulu, kata Andono, jatuh ke hilir yang sudah tercemar deterjen sehingga terjadi pengadukan.

"Pengadukannya itu kalau di Marunda, sudah dilihat di lapangan, itu terjadi kalau ada efek air terjun grojokan di pintu airnya. Di sana itu kan kejadiannya di pintu air. Begitu ada beda tinggi antara yang hilir dan hulunya pintu air, maka itu akan teraduk dan adukannya itu menyebabkan timbul buih," ucapnya.

Perairan KBT di kawasan Marunda, Jakarta Utara, dipenuhi busa pada Jumat (23/3/2018) sore. Busa itu memenuhi KBT selepas Pintu Air Weir 3 Marunda.

Busa-busa di KBT Marunda itu sudah menjadi pemandangan warga sehari-hari. Busa-busa itu sudah muncul selama beberapa tahun terakhir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Copet Saat Demo di Sekitar Patung Kuda

Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Copet Saat Demo di Sekitar Patung Kuda

Megapolitan
Hari Pertama Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Terminal Pulogebang Capai 940 Orang

Hari Pertama Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Terminal Pulogebang Capai 940 Orang

Megapolitan
Pemkot Bogor Gelar Rapid Test untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Pemkot Bogor Gelar Rapid Test untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Hampir Penuh, Pemkot Tangerang Harapkan PLTSa Segera Terealisasi

TPA Rawa Kucing Hampir Penuh, Pemkot Tangerang Harapkan PLTSa Segera Terealisasi

Megapolitan
Massa Pedemo Bubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka

Massa Pedemo Bubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka

Megapolitan
Rapat KUPA-PPAS Tetap Dilaksanakan, Semua Peserta Dipastikan Sudah Rapid Test

Rapat KUPA-PPAS Tetap Dilaksanakan, Semua Peserta Dipastikan Sudah Rapid Test

Megapolitan
Arus Balik Libur Panjang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Terjadi 1 November

Arus Balik Libur Panjang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Terjadi 1 November

Megapolitan
Bawa Korek Kuping Jumbo, Massa Aksi Penolak UU Cipta Kerja: Mungkin Kuping Jokowi Tersumbat

Bawa Korek Kuping Jumbo, Massa Aksi Penolak UU Cipta Kerja: Mungkin Kuping Jokowi Tersumbat

Megapolitan
Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diminta Tak Abai Mengisi 'Health Alert Card'

Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diminta Tak Abai Mengisi "Health Alert Card"

Megapolitan
Libur Panjang, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Capai 1.805

Libur Panjang, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Capai 1.805

Megapolitan
Cerita Pengalaman Nonton Bioskop Kali Pertama Selama Pandemi Covid-19...

Cerita Pengalaman Nonton Bioskop Kali Pertama Selama Pandemi Covid-19...

Megapolitan
Antisipasi Kericuhan, 5.190 Personel Kawal 1.000 Pedemo Tolak Omnibus Law Kawasan Medan Merdeka

Antisipasi Kericuhan, 5.190 Personel Kawal 1.000 Pedemo Tolak Omnibus Law Kawasan Medan Merdeka

Megapolitan
Pemkot Depok Targetkan 3 Tempat Isolasi OTG Covid-19 Dibuka Pekan Depan

Pemkot Depok Targetkan 3 Tempat Isolasi OTG Covid-19 Dibuka Pekan Depan

Megapolitan
Sejak Pandemi Covid-19, Banyak Sampah Medis Hanyut di Sungai Cisadane

Sejak Pandemi Covid-19, Banyak Sampah Medis Hanyut di Sungai Cisadane

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X