Kompas.com - 07/05/2018, 19:51 WIB
Kapal Gandha Nusantara 15 kandas di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada Sabtu (5/5/2018) lalu Dokumentasi/Polres Kepulauan SeribuKapal Gandha Nusantara 15 kandas di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada Sabtu (5/5/2018) lalu

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal Gandha Nusantara 15 kandas di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada Sabtu (5/5/2018).

Kapal yang kandas itu menabrak terumbu karang di sana.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian mengatakan, kandasnya kapal tersebut disebabkan matinya lampu suar yang membuat kapal terbawa arus.

Baca juga: Aksi Heroik Polisi Barru Berenang Terjang Ombak Selamatkan Penumpang Kapal Kandas

"Kapal yang dikemudikan tersangkut di Tanjung Timur, Pulau Pari, karena terbawa arus dan lampu suar sebelah timur laut dalam keadaan mati," kata Victor dalam keterangan tertulis, Senin (1/5/2018).

Victor mengatakan, polisi berhasil menyelamatkan enam orang anak buah kapal (ABK) dari kapal tersebut.

Ia menambahkan, kapal itu hanya mengalami kemiringan dan tidak tenggelam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terumbu Karang Raja Ampat Rusak Akibat Kapal Kandas

Pihaknya masih menunggu laporan warga terkait dugaan kerusakan terumbu karang. 

"Kami belum ada monitor dari masyarakat sana kalau ada komplain. Yang jelas ini, kan, kecelakaan murni, enggak sengaja dia masuk ke Pulau Pari kalau mungkin ada yang rusak," ujarnya. 

Victor mengatakan, kapal dengan berat 92 GT tersebut berlayar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Gerakan Bagi Rata Sudah Salurkan Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pekerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Megapolitan
44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

44,9 Persen Warga Kecamatan Tambora telah Divaksin Covid-19

Megapolitan
5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

5 Fakta Pembuat Surat Swab Palsu di Depok, Catut Nama Klinik hingga Cetak Puluhan Berkas

Megapolitan
Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Patgulipat Revisi Statuta UI Berujung Tudingan Cacat Formil dan Materiil dari Dewan Guru Besar

Megapolitan
UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Juli: 772 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 16 Pasien Meninggal

Megapolitan
Jusuf Hamka, Pengusaha Mualaf yang Jadikan 10 Hektare Tanahnya untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Jusuf Hamka, Pengusaha Mualaf yang Jadikan 10 Hektare Tanahnya untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah

Megapolitan
Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X