Pada Malam Kericuhan di Mako Brimob, Tahanan Terorisme Polda Metro Jaya Buat Kegaduhan

Kompas.com - 09/05/2018, 12:21 WIB
Rutan Polda Metro Jaya, tempat tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), Jessica Kumala Wongso (27), ditahan untuk sementara waktu, Minggu (31/1/2016). 


Andri Donnal PuteraRutan Polda Metro Jaya, tempat tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), Jessica Kumala Wongso (27), ditahan untuk sementara waktu, Minggu (31/1/2016).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam mengatakan, tahanan kasus terorisme yang dititipkan Mabes Polri ke Rutan Polda Metro Jaya sempat membuat kegaduhan pada Selasa (8/5/2018) malam.

"Memang ada, pekikan 'takbir'. Dijawab sama yang lain (tahanan) juga," ujar Barnabas di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5/2018).

Kegaduhan itu terjadi tak lama setelah keributan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa malam.

"Ya, setelah kejadian itu (keributan di Mako Brimob), sekitar jam 9 malam kejadiannya," kata Barnabas.

Baca juga : Ombudsman Minta Polri Tak Lambat Beri Info soal Kerusuhan di Mako Brimob

Ia mengatakan, suara takbir para tahanan sontak menimbulkan kegaduhan.

Petugas pun langsung menuju lantai 4 Gedung Rutan Narkoba Polda Metro Jaya yang merupakan tempat para tahanan dititipkan.

"Ada 41 tahanan kasus teroris yang dititipkan. Mereka menyaut ajakan 'takbir' itu. Tapi kami berhasil meredam, dan tidak terjadi keributan," kata dia.

Barnabas juga menyampaikan, setelah kegaduhan tergadi, petugas memperketat penjagaan untuk menghindari keributan yang lebih parah.

"Saya sendiri berjaga semalaman di sana (rutan)," ujar Barnabas.

Baca juga : Ada Kericuhan di Mako Brimob, Bagaimana Kondisi Ahok?

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab para tahanan melakukan takbir secara bersamaan.

"Masih kami selidiki, tetapi saya pastikan sampai pagi ini situasi aman," kata dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X