DKI Mau Bangun Skybridge tetapi Belum Koordinasi dengan PT KAI

Kompas.com - 08/06/2018, 19:47 WIB
Desain skybridge Tanah Abang Dokumentasi PD Pembangunan Sarana JayaDesain skybridge Tanah Abang

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Pemprov DKI membangun skybridge atau jembatan penghubung antara gedung di atas Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat rupanya belum dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Padahal skybridge tersebut menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Blok F Pasar Tanah Abang.

"Saya belum tahu, belum ada (sosialisasi ke PT KAI," kata Senior Manajer Aset PT KAI Daerah Operasi I Jakarta, Tanang, kepada wartawan, Jumat (8/6/2018).

Tanang mengatakan, pihaknya mengetahui rencana pembangunan skybridge dari rapat beberapa bulan lalu dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Ia tak mengetahui desain skybridge yang akan dibangun. Padahal, PT KAI juga berencana mengembangkan stasiun menjadi transit oriented development (TOD).

Baca juga: Pengerjaan Skybridge Tanah Abang Dilelang, Anggarannya Rp 35 Miliar

"Itu di-TOD-kan bersamaan, tidak boleh mengganggu (desain dan konstruksi)," ujar Tanang.

Sementara Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Pinontoan mengatakan, pihaknya belum berkoordinasi dengan PT KAI lantaran hanya ditugasi membangun. Namun ia tak khawatir dengan minimnya koordinasi itu.

"Sementara skybirdge belum bersinggungan langsung dengan konsep KAI. Jika bersingungan akan disesuaikan," ujar Yoory.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melempar masalah soal koordinasi dengan PT KAI itu ke pihak PD Pembangunan Sarana Jaya.

"Tanya ke Pak Yoory," kata Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Megapolitan
Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Megapolitan
Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X