Budiman: Butuh Waktu Mencari Karikaturis yang Paham Karakter Kompas

Kompas.com - 30/06/2018, 18:59 WIB
Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X didampingi pencipta tokoh kartun Oom Pasikom GM Sudarta menyaksikan kartun Oom Pasikom yang dipamerkan dalam 40 Tahun Oom Pasikom di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (3/8/2007). Pameran yang berlangsung hingga 10 Agustus ini menampilkan 140 karya kartun pada kurun waktu 1967 hingga 2007.KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X didampingi pencipta tokoh kartun Oom Pasikom GM Sudarta menyaksikan kartun Oom Pasikom yang dipamerkan dalam 40 Tahun Oom Pasikom di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (3/8/2007). Pameran yang berlangsung hingga 10 Agustus ini menampilkan 140 karya kartun pada kurun waktu 1967 hingga 2007.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, sulit mencari karikaturis yang memiliki kualitas seperti Gerardus Mayela Sudarta atau GM Sudarta untuk mengisi kolom harian Kompas.

Budiman mengatakan, hal itu dikarenakan sosok Sudarta yang telah 50 tahun bekerja bersama dan telah menyatu bersama Kompas.

Sehingga sulit menemukan karikaturis yang bisa menuangkan ide yang ingin disampaikan Kompas dalam bentuk karikatur.

"Tidak mudah karena memang Kompas terlanjur melembaga 53 tahun dengan karakter-karakter editorialnya yang relatif lebih moderat dan mencoba menuangkannya kepada karya karikatur. Mencari karikaturis sebenarnya gampang, tapi karikaturis yang bisa memahami karakter dari Kompas itulah yang dibutuhkan waktu," ujar Budiman saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (30/6/2018).


Baca juga: Mengenal Sosok Karikaturis GM Sudarta, Si Pengkritik Yang Humoris

Terlebih lagi, tokoh "Oom Pasikom" buah karya GM Sudarta yang telah melekat dan menjadi identitas dari GM Sudarta dan Kompas.

Budiman mengatakan, dibutuhkan waktu untuk mencari karikaturis yang bisa memahami apa yang dinginkan Kompas.

"Memang sampai sekarang jujur Kompas belum menemukan karikaturis sekaliber GM Sudarta, dari sisi goresan ataupun gagasan, maupun ekspresi, kritik kita belum bisa menemukan," ujar Budiman.

"Tapi kami akan mencoba mencari karikatur-karikatur yang bisa tetap menyampaikan kritik-kritik secara khas dari Kompas yang ekspresinya merujuk dari karikatur Mas GM Sudarta," ujar Budiman.

Baca juga: Pemred Kompas: Karikatur GM Sudarta seperti Bisikan di Tengah Keramaian...

GM Sudarta meninggal dunia, Sabtu (30/6/2019). Jenazah GM Sudarta disemayamkan di Rumah Duka Sinar Kasih, Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat.

Sudarta dikenal melalui karyanya, tokoh Oom Pasikom, yang menghiasi harian Kompas sejak 1967.

GM Sudarta telah menghasilkan ribuan karya. Lewat Oom Pasikom, GM Sudarta mengemas isu-isu aktual yang terjadi di Tanah Air maupun mancanegara.

Meski gambar kartunnya berisi kritik, tetapi tetap membuat penikmatnya tersenyum.

Kemampuannya di bidang karikatur membawa Sudarta berulang kali menerima penghargaan.

Pada 2010, GM Sudarta dikabarkan sakit. Karikaturis asal Klaten itu menjalani operasi tulang pada kakinya setelah jatuh dari kamar mandi.

Selain patah tulang kaki, pada tahun itu, Sudarta dikabarkan mengidap penyakit kronis yang menggerogoti tubuhnya, yakni hepatitis C.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X