Muncikari di Kalibata City Pasang Tarif Rp 500 Ribu sampai Rp 700.000

Kompas.com - 06/07/2018, 22:44 WIB
Polisi merilis penangkapan kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaPolisi merilis penangkapan kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pria muncikari yang menjadikan remaja perempuan di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, memasang tarif Rp 500.000 sampai Rp 700.000. Kedua tersangka muncikari itu adalah MNR (20) dan MS alias Ipin (17).

"Harga antara Rp 500.000 - Rp 700.000," ujar Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Anton Prihartono melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Muncikari di Kalibata City Masih Berumur 17 Tahun

Anton menjelaskan, tarif yang dipasang kedua pelaku berbeda-beda, tergantung hasil negosiasi antara mereka dengan calon konsumen.

Negosiasi itu dilakukan melalui Facebook. Para pelaku juga mencari konsumen lewat media sosial tersebut.

"(Tarif) beda-beda tergantung nego di chatting FB (Facebook) dengan calon konsumen," kata Anton.

Kedua tersangka pelaku juga menggunakan Facebook untuk berkenalan dengan remaja-remaja yang dijadikan PSK.

MNR dan MS ditangkap di Apartemen Kalibata City, Kamis malam. Mereka menjadikan tiga remaja perempuan, yakni NI (17), IF (16), ASW (15), sebagai PSK.

MS dan MNR dijerat dengan Pasal 76i juncto Pasal 88 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 297 KUHP.

Baca juga: Kalibata City Jadi Tempat Prostitusi Lagi, 3 Anak di Bawah Umur Dijadikan PSK



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X