Belum Lama Dipasang, Waring di Kali Item Mulai Robek

Kompas.com - 25/07/2018, 12:58 WIB
Kain waring yang dipasang di atas Kali Item di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terlihat robek, Rabu (25/7/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKain waring yang dipasang di atas Kali Item di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terlihat robek, Rabu (25/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kain waring yang baru saja dipasang untuk menutupi Kali Sentiong atau Kali Item di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, tampak berlubang di sejumlah titik, Rabu (25/7/2018).

Dari pantauan Kompas.com, setidaknya ada 10 lubang robekan di kain sepanjang 689 meter tersebut. Ukurannya bervariasi, ada yang lebih kecil dari ujung kelinging, ada juga yang lebih besar dari satu jengkal orang dewasa.

Selain robek, kain waring yang menutupi Kali Item itu juga mulai kotor karena sampah. Aneka jenis sampah tampak di atas kain waring tersebut, antara lain botol minuman, bungkus rokok, hingga daun-daun kering.

Baca juga: Setelah Ditutupi Waring, Kali Item Dipasangi Lampu LED

Saiful, warga di sekitar Kali Item, menyebutkan tak sedikit warga yang sengaja membuang sampah ke kain waring yang menutupi Kali Item.

"Di sini kan kalau malam banyak yang nongkrong. Ya mereka iseng-iseng aja lempar ke tengah, terus rokoknya juga mungkin bikin kainnya bolong," kata Saiful.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang kain waring warna hitum itu untuk menutupi kali itu. Tujuannya untuk mengurangi bau yang bersumber dari kali tersebut.

Kali Item terletak di dekat Wisma Atlet Kemayoran yang akan jadi lokasi penginapan para atlet Asian Games 2018. Bau menyegat dari kali itu dikwatirkan bisa mengganggu para atlet.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan, biaya pemasangan kain waring tersebut mencapai Rp 500 juta.

Baca juga: Saat Anies Kritik Pemerintahan Terdahulu dan Media soal Kali Item



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X