Dirut PAM Jaya yang Baru Siap Jalani Putusan MA untuk Stop Swastanisasi Air

Kompas.com - 24/08/2018, 19:56 WIB
Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Priyatno Bambang Hernowo di Kantor Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta, Jumat (24/8/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDirektur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Priyatno Bambang Hernowo di Kantor Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta, Jumat (24/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat Priyatno Bambang Hernowo sebagai Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya yang baru, Jumat (24/8/2018).

Ketua Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan BUMD Irham Dilmy menyatakan, pergantian direktur utama salah satunya untuk menindaklanjuti perintah Mahkamah Agung tentang penghentian swastanisasi air di Jakarta.

"Saya rasa karena kan ada perubahan yang terjadi di tahun lalu, karena ada kasasi ke MA, ada tuntutan dan dimenangkan. Ini menuju ke arah sanalah, peran PAM Jaya," kata Irham ketika dihubungi, Jumat (24/8/2018).

Ketika ditanya soal rencananya mengeksekusi putusan itu, Priyatno mengaku siap menjalankan putusan MA tersebut.

"Langkah strategisnya adalah kami compliances (patuh) terhadap MA atau PP 122," ujar Priyatno di Balai Kota Jumat.

Baca juga: LBH Jakarta Minta Pemprov DKI Segera Hentikan Swastanisasi Air

Peraturan Pemerintah yang dimaksud Priyatno yakni PP Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurut Priyatno, putusan MA tak harus dieksekusi dengan memutus kontrak dengan PT Palyja atau PT Aetra.

"Boleh nggak kerja sama? Kan diatur di PP 122. Kalau kerja sama kan kami punya tujuan yang sama, yuk resource-nya bareng-bareng," kata dia.

Soal latar belakangnya yang mantan Corporate Secretary Aetra, Priyatno mengaku bakal profesional bekerja untuk kepentingan PAM Jaya.

MA telah memutuskan untuk menghentikan kebijakan swastanisasi air di Jakarta. MA menilai konsep swastanisasi melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 1992 mengenai Perusahan Daerah Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya) karena membuat perjanjian dengan pihak swasta.

Akibat dari swastanisasi air, PAM Jaya harus kehilangan pengelolaan air minum karena diambil alih pihak swasta.

Dirut PAM Jaya sebelumnya, Erlan Hidayat, sempat mengupayakan restrukturisasi kontrak untuk mengeksekusi putusan MA. Namun upaya ini digagalkan Gubernur Anies Baswedan.

Baca juga: Kemenkeu Diminta Cabut PK atas Putusan MA yang Tolak Swastanisasi Air



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

Megapolitan
Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X