Gelembung Air di Selokan Dekat Golden Fatmawati Bukan Dipicu Gas

Kompas.com - 28/08/2018, 13:40 WIB
Garis polisi dipasang di sekitar munculnya gelembung air dan gas di selokan yang lokasinya dekat Kompleks Golden Fatmawati, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIGaris polisi dipasang di sekitar munculnya gelembung air dan gas di selokan yang lokasinya dekat Kompleks Golden Fatmawati, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelembung air yang muncul dari selokan di dekat Kompleks Golden Fatmawati, Jalan RS Fatmawati, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, dipastikan bukan berasal dari gas. Tidak ada gas yang mengalir pada pipa gas di selokan itu.

"Di bawahnya ada pipa gas, tapi enggak ada aliran gas, enggak aktif, soalnya di sini enggak ada SPBG (stasiun pengisian bahan bakar gas)," kata Pipeline Checker Jalur Fatmawati-Lebak Bulus dari PT Pertamina, Endra, di lokasi munculnya gelembung air, Selasa (28/8/2018).

Endra menyampaikan, pihaknya akan mengecek penyebab munculnya asap dan gelembung-gelembung yang menyebabkan air selokan itu panas.

"Kalau gas, langsung meledak. Sekarang kami lagi nunggu alat detektor datang, mau dicek penyebabnya," kata dia.

Baca juga: Gelembung Air dan Gas di Selokan Dekat Golden Fatmawati Timbulkan Letupan dan Percikan Api

Endra memastikan munculnya gelembung-gelembung dan asap itu tidak berbahaya.

"Enggak bahaya soalnya enggak ada gas," ucap Endra.

Gelembung air di selokan itu muncul pada Selasa pagi. Gelembung tersebut pertama kali diketahui anggota Satpol PP Gandaria Selatan.

Gelembung itu sempat menimbulkan letupan kecil dan percikan api.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Megapolitan
Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Megapolitan
Tempat Spa di Bekasi Boleh Beroperasi, Terapis Wajib Jalani Rapid Test

Tempat Spa di Bekasi Boleh Beroperasi, Terapis Wajib Jalani Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X