Velodrome Bisa Digunakan Secara Komersial

Kompas.com - 04/09/2018, 22:00 WIB
Empat atlet balap sepeda Indonesia saat bertanding pada babak kualifikasi Pursuit Beregu Putra Balap Sepeda Trek Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (27/8/2018). Empat atlet balap sepeda Indonesia meraih peringkat ke-9 sehingga tidak melanjutkan ke babak final. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGEmpat atlet balap sepeda Indonesia saat bertanding pada babak kualifikasi Pursuit Beregu Putra Balap Sepeda Trek Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (27/8/2018). Empat atlet balap sepeda Indonesia meraih peringkat ke-9 sehingga tidak melanjutkan ke babak final.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Proyek Jakarta Propertindo (Jakpro) yang juga Direktur Jakarta International Velodrome Iwan Takwin mengungkapkan, Velodrome Rawamangun di Jakarta Timur bisa disewakan secara komersial. Velodrome tidak dirancang hanya untuk kegiatan bersepeda melainkan untuk kegiatan umum lainnya.

"Velodrome itu sendiri kita desain tak hanya untuk kegiatan sepeda saja, jadi in field itu bisa kegiatan lain di luar sepeda. Nah bisa (komersial). Ada acara-acara lain bisa. Kegiatan di luar olah raga," ujar Iwan kepada Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

Untuk harga sewa, Jakpro masih akan mendiskusikan dengan pihak Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Arena Balap Sepeda Velodrome Juga Akan DIpakai untuk Asian Para Games


"Oh itu nanti didiskusikan dengan pihak DKI ya. Karena pergub awalnya kemarin hanya membangun, itu harus direvisi dan ditambahkan untuk pengelolaan. Nanti sejauh mana bisa dikomersilkan akan diatur, sedang difinalisasi sudah hampir selesai," kata dia.

Saat ini, arena balap sepeda yang diklaim terbaik se-Asia itu sedang dipersiapkan untuk beberapa kegiatan seperti Asian Para Games dan Asian Championship.

Selain itu akan ada kegiatan reguler lain yang diatur Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) hingga tahun 2022.

Namun untuk kegiatan komersial tetap akan diatur oleh Jakpro sebagai pengelola.

"(Tahun) 2022 itu dari PB ISSI-nya mereka sudah punya jadwal sampai 2022 untuk velodrome. PB ISSI atur yang khusus sepeda," Kata dia.

"Kalau jadwal event diluar sepeda, komersial dan lain-lain akan didiskusikan dengan pengelola, sejauh mana branding-branding-nya," ujar Iwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X