"Airsoft Gun" yang Dipakai DH untuk Tembak Istrinya Ilegal

Kompas.com - 13/09/2018, 20:40 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - DH, suami yang menembak istrinya, YN, rupanya tidak mengantongi izin memiliki dan menggunakan airsoft gun.

"Untuk saat ini airsoft gun-nya ilegal. Tidak ada surat-surat izinnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah dalam konferensi pers, di Mapolres Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Kepada polisi, DH mengaku sudah memiliki airsoft gun tersebut selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Gara-gara Motornya Disenggol, DH Tega Tembak Istri dengan Airsoft Gun

Febriansyah mengatakan, DH juga kerap menenteng senjata itu ke mana-mana.

"Pelaku membawa air gun tersebut sudah beberapa kali. Hasil interogasi sementara, pelaku sudah cukup lama sekitar dua tahun memiliki air gun," ujarnya.

Pihaknya masih menyelidiki asal mula DH dapat memiliki airsoft gun hitam merek RCF jenis Jerichi 941 tersebut.

Baca juga: Wanita yang Ditembak Suaminya dengan Airsoft Gun Akan Jalani Operasi

Diberitakan sebelumnya, DH ditangkap polisi pada Kamis siang setelah melancarkan tiga tembakan ke arah istrinya, YN, pada Minggu (9/9/2018).

DH diduga nekat menembak istrinya setelah tersinggung akibat percekcokan keduanya.

Akibat perbuatannya, DH terancam hukuman sepuluh tahun penjara. Sementara YN masih dirawat secara intensif di RSUD Koja. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X