Pembangunan Saluran Air di Jalan Moh Kahfi II untuk Atasi Genangan

Kompas.com - 15/09/2018, 19:38 WIB
Pembangunan saluran air di Jalan Moh Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARPembangunan saluran air di Jalan Moh Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan saluran air di Jalan Moh Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan diyakini bakal mengentaskan genangan yang kerap muncul ketika hujan deras turun.

Saluran yang ada, kata dia, sering tidak mampu menampung air hujan dan meluberkan air ke jalan.

Selain itu, di saluran air tersebut terdapat utilitas yang menghambat laju air. Crossing saluran dibuat untuk melancarkan aliran.

"Crossing saluran ini sudah ditunggu-tunggu warga sejak sepuluh tahun lalu. Sebab, saat datang musim hujan, genangan di sini cukup memprihatinkan karena cukup tinggi. Mudah-mudahan setelah ini selesai persoalan genangan bisa diatasi," kata Sekretaris Kecamatan Jagakarsa Mundari, Sabtu (15/9/2018).

Baca juga: Ada Pembangunan Saluran, Kendaraan Lewat Jalan Moh Kahfi II Bergantian

Saluran ini bakal menyambungkan aliran Kali Cabang Tengah yang belum terkoneksi dengan pintu air Si Pitung Setu Babakan.

Mundari mengatakan, pemasangan box culvert sebagai penyambung telah selesai. Saat ini, pasukan biru di lapangan tengah mengembalikan jalan dan merapikannya.

"Jadi sampai Selasa itu rencana pekerjaan proyeknya. Tapi kenyataannya pekerjaan bisa dikerjakan lebih cepat," kata Mundari.

Senin besok, Jalan Moh Kahfi II sudah bisa dilintasi dengan lancar. Selama lima hari sebelumnya, kendaraan terpaksa lewat bergantian hingga menggunakan jalan alternatif.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Megapolitan
UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

Megapolitan
Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Megapolitan
Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Megapolitan
Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Megapolitan
Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Megapolitan
Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Megapolitan
Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Megapolitan
Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X