Dalam Dua Jam, 500 Boneka Momo Maskot Asian Para Games 2018 Ludes Terjual

Kompas.com - 07/10/2018, 16:46 WIB
Maskot Asian Para Games, Momo sang Elang Bondol, jadi merchandise yang paling dicari pengunjung  Asian Para Games 2018 di  Mega Store, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Maskot Asian Para Games, Momo sang Elang Bondol, jadi merchandise yang paling dicari pengunjung Asian Para Games 2018 di Mega Store, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Boneka Momo sang Elang Bondol yang menjadi maskot Asian Para Games 2018 paling dicari pengunjung di Mega Store, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Dalam dua jam saja, sebanyak 500 boneka Momo habis terjual di toko yang berada di depan Zona Inspirasi itu.

"Sudah habis dari tadi. Stoknya 500 boneka. Kami buka jam 12.00 WIB sampai 14.00 WIB," ujar salah satu penjaga Mega Store bernama Iren di Mega Store merchandise Asian Para Games, GBK, Minggu sore.

Baca juga: Semangat Ojek Difabel Bolak-balik Antar Atlet dan Pengunjung di Asian Para Games

Boneka Momo dijual dengan harga Rp 275.000 per buah. Setiap harinya, Mega Store hanya menyediakan 500 boneka. Irene mengarahkan para pengunjung untuk mencari boneka Momo di toko merchandise yang berada di venue Akuatik.

Iren mengatakan, antusiasme tersebut dikarenakan Momo merupakan maskot Asian Para Games yang menjadi lambang atau simbol olahraga bagi para penyandang disabilitas se-Asia itu. Pantauan Kompas.com, pukul 15.30 WIB, tak lagi tampak boneka Momo dipajang di etalase tersebut. Hanya terlihat boneka elang berukuran mungil yang masih banyak dipajang di etalase toko.

Salah satu pengunjung, Vira mengatakan, Minggu siang telah membeli tiga boneka Momo. Namun, beberapa rekan kantornya Vira menitipkan untuk membeli kembali boneka tersebut. Namun, hanya berselang beberapa menit, boneka Momo sudah habis terjual.

"Saya udah dapat tiga tadi sekitar jam 12.00. Nah, teman kantor nitip nih. Saya balik, udah habis," ujar Vira. Karena boneka Momo telah habis, Vira memutuskan untuk membelikan rekannya gantungan kunci yang juga dijual di toko tersebut.

Baca juga: Kisah Lengkap Bocah Israel yang Dipeluk Jokowi, Selamat dari Gulungan Tsunami tetapi Kehilangan Ibu

Pengunjung lainnya Edy tampak berkeliling bersama istri dan anak perempuannya untuk mencari boneka Momo. Namun, Edy hanya menemukan sebuah boneka elang mungil. Edy memutuskan untuk mencai boneka Momo di ke venu Akutik.

"Kami datang selain nonton pertandingan, juga mau beli barang yang mencerminkan maskot Asian Para Games-nya. Tapi enggak nemu, cuma ini nih. Ini apa ya, elang kecil-kecil begini. Sekalian deh nanti beli di Akuatik aja," ujar Edy.

Panitia penyelenggara Asian Para Games menjual merchandise Asian Para Games 2018 di arena Gelora Bung Karno (GBK) dan Para Village di Kemayoran.

Suvenir dijual di Mega Store dan gerobak-gerobak yang tersebar di arena GBK mulai harga Rp 50.000 hingga Rp 900.000. Adapun merchandise yang dijual di antaranya, tas pinggang, kaus, tote bag, balon tepuk, sendal, stiker, notebook, gantungan kecil, dan maskot boneka Momo. Ajang Asian Para Games digelar 6-13 Oktober 2018.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Megapolitan
Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Megapolitan
Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Megapolitan
Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Megapolitan
Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Megapolitan
Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Megapolitan
Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Megapolitan
Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Megapolitan
Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Megapolitan
Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Megapolitan
Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Megapolitan
Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

Megapolitan
Close Ads X