Diperiksa Bawaslu 6 Jam, Guru SMAN 87 Ditanyai 30 Pertanyaan

Kompas.com - 15/10/2018, 20:15 WIB
Perwakilan dari SMAN 87, Jakarta Selatan, mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Senin (15/10/2018),  terkait dugaan pemberian doktrin anti Presiden Joko Widodo yang dilakukan seorang guru SMAN 87 itu, NK, terhadap murid-muridnya. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPerwakilan dari SMAN 87, Jakarta Selatan, mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Senin (15/10/2018), terkait dugaan pemberian doktrin anti Presiden Joko Widodo yang dilakukan seorang guru SMAN 87 itu, NK, terhadap murid-muridnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guru SMAN 87 Jakarta Selatan, NK, keluar dari ruangan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta setelah 6 jam diperiksa Bawaslu terkait dugaan pemberian doktrin anti Presiden Joko Widodo atau Jokowi terhadap murid SMAN 87. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Bawaslu DKI, Jalan Sunter Agung, Senin (15/10/2018).

NK diperiksa sejak pukul 13.00 WIB dan baru keluar dari ruangan Bawaslu DKI pukul 19.00.

Saat keluar NK mengatakan,  kedatangannya hanya untuk mengklarifikasi dugaan tersebut kepada Bawaslu. Namun, NK enggan menjawab soal dugaan doktrinisasi anti Jokowi terhadap murid SMAN 87 seperti kabar yang beredar.

"Saya hanya mengklarifikasi pernyataan yang memang enggak pas dan enggak cocok.... Panjang Mbak urusannya, makasih banyak," ujar NK.

Baca juga: Pihak SMAN 87 Dipanggil Bawaslu DKI untuk Klarifikasi Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

Kuasa hukum NK dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hoirullah mengatakan, ada 30 pertanyaan yang ditanyakan Bawaslu. Pertanyaan yang ditanyakan terkait pengangkatan NK sebagai apratur sipil negara, hingga kronologi tuduhan doktrin anti Jokowi.

Hoirullah mengatakan, pihaknya membantah semua tuduhan tersebut. Hoirullah mengatakan, NK tidak terlibat dalam kelompok atau kepentingan politik apapun.

"Kami sebagai kuasa hukum menolak semua fitnah atas tuduhan terhadap beliau. Tidak ada urusan, karena ini dianggap suatu hal politik. Dianggap kepentingan politik oleh suatu kelompok. Kami menyatakan bahwa itu tidak benar," ujar Hoirullah.

NK yang merupakan guru agama di SMAN 87 Jakarta diduga telah memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo kepada murid-muridnya dalam kegiatan belajar-mengajar.

Kasus itu mencuat bermula dari keluhan seseorang yang mengaku orangtua murid. Keluhan itu viral di media sosial. Orangtua itu mengeluhkan anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK di tempat ibadah dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut orangtua siswa itu, kepada para siswa NK menyampaikan bahwa banyaknya korban bencana di Sulawesi Tengah akibat ulah Jokowi. Bawaslu DKI dan Dinas Pendidikan pun mengusut kasus tersebut.

Baca juga: Temui Kapolda Metro, Bawaslu DKI Bicarakan Kasus SMAN 87 hingga Caleg Bagi Sembako

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Megapolitan
Razia Indekost dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Razia Indekost dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Megapolitan
Tolak Reklamasi Ancol, Forum Nelayan: Kami Akan Melawan!

Tolak Reklamasi Ancol, Forum Nelayan: Kami Akan Melawan!

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Survei Sebut 77 Persen Warga Jakarta Yakin Tak Kena Covid-19 | Ledakan di Menteng

[POPULER JABODETABEK] Survei Sebut 77 Persen Warga Jakarta Yakin Tak Kena Covid-19 | Ledakan di Menteng

Megapolitan
Diterima PPDB Jakarta, Segera Lapor Diri hingga Pukul 16.00 WIB

Diterima PPDB Jakarta, Segera Lapor Diri hingga Pukul 16.00 WIB

Megapolitan
Diterima PPDB Kota Bekasi, Begini Cara Daftar Ulang ke Sekolah Tujuan secara Online

Diterima PPDB Kota Bekasi, Begini Cara Daftar Ulang ke Sekolah Tujuan secara Online

Megapolitan
UPDATE 5 Juli: Total 285 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

UPDATE 5 Juli: Total 285 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL Kembali Mengular di Stasiun Bogor

Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL Kembali Mengular di Stasiun Bogor

Megapolitan
Senin, Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Balai Kota-Blok M

Senin, Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Balai Kota-Blok M

Megapolitan
Fakta Kebijakan ASN DKI Awasi Pasar, Tak Dapat Insentif hingga Dikritik Anggota DPRD

Fakta Kebijakan ASN DKI Awasi Pasar, Tak Dapat Insentif hingga Dikritik Anggota DPRD

Megapolitan
Data IKAPPI, 217 Pedagang di 37 Pasar Jakarta Positif Covid-19

Data IKAPPI, 217 Pedagang di 37 Pasar Jakarta Positif Covid-19

Megapolitan
Senin, Polisi Kembali Gelar Rekontruksi Kasus John Kei

Senin, Polisi Kembali Gelar Rekontruksi Kasus John Kei

Megapolitan
250 ASN DKI Awasi 23 Pasar di Jakut Mulai Senin Ini, Berikut Daftarnya

250 ASN DKI Awasi 23 Pasar di Jakut Mulai Senin Ini, Berikut Daftarnya

Megapolitan
UPDATE 5 Juli: Zona Merah Covid-19 di Depok Tersebar di 14 Kelurahan

UPDATE 5 Juli: Zona Merah Covid-19 di Depok Tersebar di 14 Kelurahan

Megapolitan
5 Fakta Ledakan di Menteng, Benda Meledak di Bawah Mobil hingga Tepis Isu Terorisme

5 Fakta Ledakan di Menteng, Benda Meledak di Bawah Mobil hingga Tepis Isu Terorisme

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X