Kompas.com - 29/10/2018, 19:31 WIB
Rumah Co Pilot Harvino, Jalan Masjid An-Nur, Perumahan Green Park 2 Blok F Nomor 19, RT02 RW16, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan Kompascom/Cynthia LovaRumah Co Pilot Harvino, Jalan Masjid An-Nur, Perumahan Green Park 2 Blok F Nomor 19, RT02 RW16, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan


TANGERANG, KOMPAS.com - Keluarga dan kerabat terdekat terus mendatangi kediaman co-pilot Lion Air JT 610, Harvino, di Jalan Masjid An-Nur, Perumahan Green Park 2, Blok F Nomor 19, RT 002 RW 016, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/10/2018).

Di depan rumah Harvino sendiri sudah ramai keluarga, kerabat, hingga tetangga yang berkumpul di bawah tenda halaman rumah. Terlihat semua yang datang dengan wajah sedih.

Istri Harvino terlihat menangis dan belum dapat diwawancarai seputar kecelakan pesawat ini. Harvino diketahui memiliki dua putra dan seorang putri.

Baca juga: Kemenkeu Buka Posko untuk Keluarga Pegawai Korban Lion Air JT 610

Yano, Ketua RT 002 RW 016 mengatakan, pihak keluarga, kerabat, maupun warga, sudah berdatangan sejak pagi ketika pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang itu ramai diberitakan.

“Sudah ramai dari pagi pukul 10.00 WIB, tadi pada datang ke rumah Pak Vino saat tahu ada nama Pak Vino di (daftar) nama korban tersebut,” ucap Yano.

Baca juga: Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jokowi Temui Keluarga Korban Lion Air

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yano berharap, warganya tersebut bisa segera ditemukan oleh tim Basarnas.

“Semua masih berharap Pak Vino dapat ditemukan dengan selamat, semoga masih ada peluang dan mukjizat ya Allah,” ucap Yono.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.