FDR dan CVR "Black Box" Lion Air JT 610 Terpisah karena Benturan Keras

Kompas.com - 01/11/2018, 20:14 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers penemuan Black box Lion Air JT 610 di Tanjung priuk JICT 2, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers penemuan Black box Lion Air JT 610 di Tanjung priuk JICT 2, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) sejatinya menyatu dalam rangkaian black box atau kotak hitam pesawat.

Soerjanto menyebutkan, FDR pesawat Lion Air JT 610 ditemukan terpisah dari CVR akibat benturan yang terjadi saat pesawat itu jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.

"Iya benturannya kencang," ujar Soerjanto di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Menurut dia, FDR dan CVR memiliki bentuk yang mirip. Hanya saja, ada ciri pembeda seperti rangkaian kabel dan nomor seri yang tercantum dalam cangkang keduanya.

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Black Box Lion Air hingga Tiba di KNKT

"Ini kan sudah terpisah dari rumahnya yang kami temukan ini adalah bagian dari crash protection box. Jadi benda ini bagian ini kalau tercelup di air sampai kedalaman 4000 - 5000 mereka tetap tahan juga kalau terjadi impact yang luar biasa," papar dia.

Soerjanto menjelaskan, dalam FDR tersimpan data penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, dan arah pesawat.

Ia mengatakan, saat ini timnya tengah mencari black box berisi CVR. CVR  merekam data tentang percakapan awak pesawat dengan pusat kendali yang ada di darat.

Soerjanto menambahkan, dalam proses penyelidikan terkait jatuhnya pesawat Lion Air, pihak dibantu 16 ahli dari Amerika Serikat (AS). Tim dari AS tersebut berasal dari pihak Boeing dan The National Transportation Safety Committee (NTSC).

Baca juga: Malam Ini Juga, KNKT Unduh Data di dalam Black Box Lion Air PK-LQP



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

1 Tahun Covid-19 Kasus di Wuhan 0, Bagaimana dengan Jakarta?

Megapolitan
Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Renyah Bisnis Kerupuk Erna Jaya, Berawal Keliling Memikul Kaleng hingga Bangun Pabrik

Megapolitan
Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Setahun Pandemi Covid-19, Ini Fakta Restoran Amigos yang Diduga Jadi Lokasi Pertama Penyebaran Virus Corona

Megapolitan
RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

RTH di Jakarta Dipakai Tampung Air Banjir, Pemprov DKI: Taman Kita Banjirkan

Megapolitan
Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Tak Pakai Link Pendaftaran, Begini Sistem Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di GOR Tanjung Duren

Megapolitan
Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Ditangkapnya Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL, Sebarkan Konten demi Raup Untung

Megapolitan
Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Wagub DKI kepada Pengelola Kafe: Coba Menyiasati Aturan, Kami Beri Sanksi Terberat

Megapolitan
[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

[EKSKLUSIF] Refleksi Setahun Covid-19 ala Pasien 02 Maria Darmaningsih: Antara Berkebun dan Merosotnya Kemanusiaan Kita

Megapolitan
Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Simak, Ini Daftar Lengkap Lokasi Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Situasi Kontras Jakarta dan Wuhan 1 Tahun Setelah Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Megapolitan
Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Pemprov DKI Mulai Uji Coba Insentif Parkir untuk Kendaraan Lulus Uji Emisi

Megapolitan
Kilas Balik Kronologi Munculnya Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia

Kilas Balik Kronologi Munculnya Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: 2 Maret 2020, Warga Depok Terkonfirmasi sebagai Pasien Pertama Covid-19

Sejarah Hari Ini: 2 Maret 2020, Warga Depok Terkonfirmasi sebagai Pasien Pertama Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Ada 105 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 358 Orang Sembuh dalam Sehari

UPDATE: Ada 105 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 358 Orang Sembuh dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tanggapan Paspampres tentang Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1 | Pos Polisi di Depok Ambruk

[POPULER JABODETABEK] Tanggapan Paspampres tentang Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1 | Pos Polisi di Depok Ambruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X