"Saya Lihat Gubernur Agak Kerepotan Tangani Semua Isu karena Tak Ada Tandem"

Kompas.com - 13/11/2018, 18:28 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho  saat konfrensi pers laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) maladministrasi penghentian pelayanan publik  Pemerintah Kota Bekasi di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAKepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho saat konfrensi pers laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) maladministrasi penghentian pelayanan publik Pemerintah Kota Bekasi di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerepotan menangani persoalan-persoalan di Jakarta karena posisi wakil gubernur masih kosong.

Sebab, tidak ada orang lain yang bisa memutuskan kebijakan selain dirinya.

"Saya melihat Pak Gubernur juga agak kerepotan menangani semua isu karena tidak bisa ada tandem," ujar Teguh di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Menurut Ombudsman, DKI dan PT KAI Saling Klaim Aset Jalan Jatibaru


Teguh menyampaikan, selama posisi wagub kosong, Anies dibantu Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah dalam menjalankan pemerintahan.

Namun, sebagai seorang birokrat, Sekda tidak bisa mengambil kebijakan politik seperti seorang wagub.

"Sekda tidak bisa mengambil kebijakan politik, rapat saja karena dia birokrat. Kalau ada wagub, dia bisa ambil kebijakan-kebijakan politik. Itu yang agak lemah," kata Teguh.

Baca juga: Anies: PKS dan Gerindra Tak Perlu Dimediasi untuk Pilih Wagub DKI

Salah satu hal yang disoroti Teguh berkaitan dengan kebijakan yakni soal pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang.

Dia meminta Anies lebih memperhatikan persoalan skybridge tersebut.

"Kami minta Pak Gubernur untuk mendorong jajarannya supaya lebih perhatian terhadap isu ini, lebih serius, khususnya koordinasi antar-pihak. Jajaran Gubernur ini seringkali bilang sudah melakukan koordinasi, tetapi nyatanya belum," ucapnya.

Baca juga: Tanggapan Anies Disebut Bisa Jadi Mediator Penentuan Wagub DKI

Jika ada wagub, lanjut Teguh, wagub bisa menggantikan gubernur mengoordinasikan hal-hal teknis seperti persoalan skybridge Tanah Abang.

"Memang lebih efektifnya, lebih bagus kalau sudah punya wagub, karena mungkin wagub bisa melakukan koordinasi untuk hal-hal teknis seperti ini," tutur Teguh.

Seperti diketahui, ada lima hal yang belum disepakati Pemprov DKI dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam pembangunan skybridge Tanah Abang.

Baca juga: Seputar Uji Kelayakan dan Peluang Gerindra Rebut Kursi Wagub DKI

Lima hal itu yakni persoalan aset, arus (flow) penumpang, pintu penghubung skybridge menuju Stasiun Tanah Abang, sarana-prasarana pendukung skybridge, dan keamanan.

Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya berencana memanggil kedua pihak pada Jumat (16/11/2018) untuk membahas lima persoalan itu.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Pengamat soal 'Keanehan' Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Kata Pengamat soal "Keanehan" Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

Megapolitan
Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Megapolitan
Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

Megapolitan
Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk 'Riau Dibakar Bukan Terbakar' di CFD

Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk "Riau Dibakar Bukan Terbakar" di CFD

Megapolitan
Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Megapolitan
DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
Pencari Suaka Kembali Tempati Trotoar Kawasan Kebon Sirih

Pencari Suaka Kembali Tempati Trotoar Kawasan Kebon Sirih

Megapolitan
Anies Berharap Ajang Lari Jakarta Kizuna Ekiden Pererat Hubungan RI-Jepang

Anies Berharap Ajang Lari Jakarta Kizuna Ekiden Pererat Hubungan RI-Jepang

Megapolitan
Kebakaran Pasar Modern Bintaro Diduga akibat Korsleting Listrik

Kebakaran Pasar Modern Bintaro Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Posisi 3 Terburuk di Dunia

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Posisi 3 Terburuk di Dunia

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Tidak Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Tidak Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Berupaya Rampok Taksi Online di Bintaro

Polisi Tangkap Pria Berupaya Rampok Taksi Online di Bintaro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X