Kompas.com - 20/11/2018, 21:16 WIB
Istri Dufi, Bayu Yuniarti Hendriani, terlihay sembab dan menangis dalam prosesi pemakaman suaminya di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018) pagi. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DIstri Dufi, Bayu Yuniarti Hendriani, terlihay sembab dan menangis dalam prosesi pemakaman suaminya di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direksi Televisi Muhammadiyah (tvMu) memastikan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, pria yang ditemukan tewas dalam drum di Bogor, bukanlah jurnalis di televisi itu.

Direksi menyatakan, Dufi merupakan seorang karyawan freelance di bagian sales marketing dan tidak pernah ditugaskan meliput berita.

"Beliau tidak pernah ditugaskan meliput berita, karena tugas dan tanggung jawab almarhum sebagai sales marketing. Jadi, beliau bukan wartawan tvMu," kata Direksi, Selasa (20/11/2018).

Baca juga: Misteri Kematian Dufi, Eks Jurnalis yang Ditemukan Tewas dalam Drum

Selain itu, Direksi juga menyampaikan bahwa redaksi tvMu tidak pernah menugaskan jurnalisnya untuk menginvestigasi persoalan mobil Esemka, termasuk Dufi.

Adapun Dufi telah bekerja sebagai freelance sales marketing tvMu selama satu tahun. Dufi dianggap sosok yang luar biasa, pekerja keras, saleh, dan sangat bertanggung jawab pada keluarga.

"Selama lebih dari 1 tahun menjadi freelance sales marketing, almarhum tidak pernah punya musuh, baik di tvMu maupun lingkungan Muhammadiyah," ujar Direksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direksi tvMu lewat sebuah siaran pers.

"Meski belum bertanda tangan dan cap tvMu, siaran pers tersebut resmi kami keluarkan," kata Direktur Pemberitaan tvMu Brilianto K Jaya, saat dikonfirmasi Kompas.com.

Diberitakan sebelumnya, keluarga Dufi menyebut Dufi memang pernah bekerja sebagai jurnalis di media Rakyat Merdeka dan Indopos.

Baca juga: Mobil Dufi, Pria yang Tewas di Dalam Drum, Hilang dari Parkiran Stasiun Rawabuntu

Namun, ketika melanjutkan karirnya di BeritaSatu, iNews, hingga tvMu, Dufi lebih banyak berkiprah di bidang marketing atau pemasaran.

Pada Minggu (18/11/2018) kemarin, Dufi ditemukan tewas di dalam sebuah drum yang berada di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Bogor.

Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung sampah di wilayah tersebut.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 39,9 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 39,9 Persen dari Target

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk PKL | Luhut Polisikan Haris Azhar

[POPULER JABODETABEK] Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk PKL | Luhut Polisikan Haris Azhar

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 11 Kasus di Kota Tangerang, 171 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 22 September: Tambah 11 Kasus di Kota Tangerang, 171 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
BNN Sebut Ada 753 Pengguna Narkoba Aktif di Kota Tangerang, Kemungkinan Lebih Banyak

BNN Sebut Ada 753 Pengguna Narkoba Aktif di Kota Tangerang, Kemungkinan Lebih Banyak

Megapolitan
Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

Megapolitan
Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.