Pelapor Grace Natalie Diperiksa Polisi, Dicecar 21 Pertanyaan

Kompas.com - 24/11/2018, 16:39 WIB
Pelapor Grace Natalie diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (24/11/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPelapor Grace Natalie diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (24/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair yang melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Grace Natalie diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (24/11/2018).

Pengacara Zulkhair, Pitra Romadoni Nasution mengatakan, kliennya dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak Sabtu pagi hingga sore.

"Alhamdulillah hari ini pelapor yang mewakili Sekjen PPMI telah selesai diperiksa di Mapolda Metro Jaya. Pertanyaan yang ditanyakan penyidik ada 21 pertanyaan, yang ditanya penyidik ke klien kami," kata Pitra.

Baca juga: Soal Kasus Grace Natalie, Polisi Akan Minta Keterangan Ahli


Pitra menuturkan, Zulkhair diperiksa untuk mengklarifikasi hasil pemeriksaan Grace pada Kamis (22/11/2018) lalu.

"Saat ini sedang dalam proses permintaan terhadap laporan-laporan. Saudara Zulkhair sedang diperiksa dan masih dalam proses berita acara klarifikasi," ujar Pitra.

Sebelumnya, Grace telah mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Kamis lalu untuk mengklarifikasi laporan yang dialamatkan kepadanya.

Grace dilaporkan karena mengatakan PSI tidak akan mendukung perda yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Injil.

Baca juga: Penuhi Panggilan Polisi, Grace Natalie Klarifikasi Laporan Dugaan Penistaan Agama

Selain itu, PSI juga mencegah lahirnya perda ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini.

Hal itu disampaikan Grace saat menghadiri peringatan ulang tahun keempat partainya di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (11/11/2018).

PPMI menilai, pernyataan Grace Natalie itu mengandung unsur kebohongan dan bertentangan dengan beberapa ayat di Al Quran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X