Kompas.com - 18/12/2018, 11:39 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pulau C, Jakarta, Rabu (18/07/2018). Proyek pembangunan Pulau C hasil reklamasi masih berlanjut walau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyegelnya pada Juni 2018 lalu. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pulau C, Jakarta, Rabu (18/07/2018). Proyek pembangunan Pulau C hasil reklamasi masih berlanjut walau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyegelnya pada Juni 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat tata kota Astrid Sri Haryati mengungkapkan, pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta merupakan pengambilan kebijakan luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

Menurut arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, suatu pemerintah daerah pasti telah mempertimbangkan strategi-strategi lainnya sebelum akhirnya berani memutuskan membangun sebuah proyek reklamasi.

"Pemerintah pasti sudah melampaui strategi A, strategi B, dan semua itu diyakini enggak bisa untuk menata kota sehingga memutuskan untuk melakukan reklamasi. Reklamasi bisa saja dilakukan, asalkan pertimbangan alasan dan tujuan dari reklamasi harus sudah jelas," kata Astrid kepada Kompas.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).

Dalam proses penataan kota di pulau reklamasi, pemerintah daerah harus mempertimbangkan dua hal, yakni daya dukung lingkungan dan kepadatan penduduk. 

Baca juga: Perjalanan Panjang Reklamasi Teluk Jakarta, dari Soeharto hingga Anies

Astrid mengungkapkan, jika Pemprov DKI ingin membangun pulau reklamasi sebagai langkah untuk mengurangi kepadatan penduduk dan menata kota, maka Pemprov harus memiliki data tentang target jumlah penduduk yang tinggal dan akan datang ke Jakarta. 

Nantinya, lanjut Astrid, Pemprov DKI juga harus memiliki data akurat tentang rencana jumlah penduduk yang akan menempati pulau reklamasi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat melakukan penataan kota, yang dibutuhkan itu dua, daya dukung lingkungannya apa dan berapa orang yang bisa tinggal di situ. Berdasarkan target itu, kemudian diterjemahkan berapa banyak pola ruang hunian yang akan dibangun dengan memperhatikan daya dukung lingkungan itu," kata Astrid. 

"Harus diketahui dulu target penduduk yang akan datang ke Jakarta itu berapa, yang akan tinggal di pulau reklamasi itu berapa. Yang terpenting jangan sampai kepadatan penduduk juga terjadi di pulau reklamasi," lanjut dia. 

Ibarat Melebarkan Pinggang

Jakarta adalah pusat kota pemerintahan dan perekonomian di Indonesia. 

Kondisi itulah, menurut Astrid, yang menyebabkan banyak orang ingin mengadu nasib ke Jakarta dan menyebabkan Jakarta penuh sesak oleh penduduk.

Ia mengibaratkan, reklamasi adalah cara Jakarta melebarkan pinggangnya untuk menata kota dan menyebar kepadatan penduduk. 

Baca juga: Jakpro Ajukan Tambahan Modal Jadi Rp 40 Triliun untuk Bangun Stadion hingga Kelola Pulau Reklamasi

"Mau enggak mau ya, kita harus akui Jakarta sudah tidak seperti dulu. Jati diri Jakarta adalah Ibu Kota pemerintahan dan pusat ekonomi. Jadinya semua numpuk di Jakarta dan menyebabkan stres," ujar Astrid. 

"Kalau kita sudah yakin (reklamasi) adalah jalan satu-satunya mengembangkan pinggang, itu berarti strategi tersebut sudah berdasarkan demografi dan polulasi di Jakarta. Jangan sampai nanti kondisi pulau reklamasi sebagai kota baru malah sama saja dengan Jakarta saat ini," lanjut dia. 

Astrid mengatakan, selain reklamasi, Pemprov DKI juga bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah di sekitarnya untuk menata suatu kota sehingga tidak terjadi kepadatan penduduk.

"Kita juga enggak bisa pasif. Selain reklamasi, cara lainnya adalah kerja sama dengan kota sekitar misalnya Bekasi, Tangerang, Cikarang dengan meningkatkan potensi kawasan kota sekitar agar lebih kompetitif. Kalau sudah kompetitif, semua sumber daya manusia (SDM) tidak ke Jakarta," ujar Astrid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang jadi Tersangka

Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang jadi Tersangka

Megapolitan
Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Megapolitan
Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Megapolitan
Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Megapolitan
Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Megapolitan
Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.