Kompas.com - 20/12/2018, 13:39 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pulau C, Jakarta, Rabu (18/07/2018). Proyek pembangunan Pulau C hasil reklamasi masih berlanjut walau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyegelnya pada Juni 2018 lalu. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Pulau C, Jakarta, Rabu (18/07/2018). Proyek pembangunan Pulau C hasil reklamasi masih berlanjut walau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyegelnya pada Juni 2018 lalu.

Keluh kesah serupa juga disampaikan oleh Dodo, nelayan yang 20 tahun lebih mencari nafkah di perairan Teluk Jakarta.

Baca juga: Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengembangkan Pulau Reklamasi

Ia mengaku, jumlah kerang yang diperolehnya dalam satu hari berkurang hingga 20 persen.

"Sebelum reklamasi, bisa dapat 50 ember. Satu ember dagingnya saja dua kilogram, kalau lagi bagus. Sekarang, satu hari 40 ember, berkurang 20 persen, ukuran dagingnya juga mengecil," kata Dodo.

Kendati demikian, Dodo mengaku bersyukur karena setelah proyek reklamasi dihentikan, dirinya sedikit lebih mudah mencari kerang hijau.

"Reklamasi berjalan mah ini kerang mati semua, karena airnya mengandung air obat, enggak bagus. Ini sudah mendingan setelah reklamasi enggak jalan karena kerang hidup lagi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, pulau reklamasi juga menyebabkan pendangkalan yang menyebabkan para nelayan sulit berlayar.

Dodo bercerita, dirinya harus menunggu air pasang supaya bisa berlayar atau merapat ke daratan. Bila tidak, kapal yang dinaiki akan kandas.

Cerita Dodo dan Khalil sedikit banyak dapat menggambarkan kesulitan yang dialami nelayan akibat proyek pembangunan pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

Pada 2016, penelitian Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan menunjukkan potensi kerugian nelayan dari hilangnya wilayah perairan mencapai Rp 94.714.228.734 atau hampir Rp 95 miliar per tahun. 

Sementara, kerugian pembudidaya kerang tercatat sebesar Rp 98.867.000.591 atau hampir Rp 99 miliar per tahun dan pembudidaya ikan di tambak sebesar Rp 13.572.063.285 atau hampir Rp 14 miliar per tahun.

Baca juga: Reklamasi di Singapura dan Rencana Reklamasi di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola tiga pulau hasil reklamasi yang terlanjur dibangun. 

Nantinya, dalam program Pemprov DKI, nelayan juga akan dilibatkan sehingga keberadaan pulau buatan tersebut bisa bermanfaat bagi para nelayan di utara Jakarta. 

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.