Ini Bedanya KRL Premium dan KRL Reguler Jabodetabek - Kompas.com

Ini Bedanya KRL Premium dan KRL Reguler Jabodetabek

Kompas.com - 21/12/2018, 06:30 WIB
Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) melaju di samping lokasi pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, Senin (6/3/2017). Stasiun yang terintergrasi dengan stasiun MRT itu hanya akan melayani penumpang dari Stasiun Manggarai menuju bandara Soekarno Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian dan diperkirakan selesai pada tahun 2017.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) melaju di samping lokasi pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, Senin (6/3/2017). Stasiun yang terintergrasi dengan stasiun MRT itu hanya akan melayani penumpang dari Stasiun Manggarai menuju bandara Soekarno Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian dan diperkirakan selesai pada tahun 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berencana mengoperasikan kereta rel listrik ( KRL) premium di Jabodetabek.

Uji coba kereta tersebut akan dilakukan pada pertengahan 2019.

Lalu, apa saja perbedaan antara KRL premium dengan KRL reguler Jabodetabek?

Dari segi fasilitas, KRL premium memiliki tingkat kenyamanan lebih baik dibanding KRL reguler.


KRL premium akan difasilitasi tempat duduk yang memenuhi seluruh rangkaian kereta.

Baca juga: Uji Coba KRL Premium Medio 2019, Rencananya di Bekasi dan Tangerang

KRL premium juga rencananya dilengkapi koneksi internet gratis.

Sementara itu, rangkaian KRL reguler memiliki tempat duduk yang terbatas.

Tidak ada koneksi internet di dalam kereta.

"Posisi rangkaian akan kami gunakan tempat duduk. Mungkin ditambah WiFi, tapi tarifnya masih terjangkau," ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Subakir setelah pemaparan kesiapan PT KCI menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 di Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Perbedaan lainnya, tarif KRL premium jauh lebih mahal dibanding KRL reguler.

 

Jika naik KRL reguler, penumpang membayar Rp 3.000 untuk 1 hingga 25 km pertama.

Sementara itu, tarif KRL premum direncanakan maksimal Rp 20.000.

Namun, PT KCI belum menjelaskan skema tarif tersebut.

Pada KRL reguler kerap terjadi penumpukan penumpang, apalagi ketika jam sibuk.

Adapun penumpang KRL premium nantinya  dibatasi sehingga tidak terjadi kepadatan penumpang di dalam kereta.

KRL premium hanya akan berhenti di sejumlah stasiun tertentu, atau tidak di setiap stasiun sehingga perjalanan kereta akan lebih cepat.

Baca juga: Tarif KRL Premium Tak Akan Lebih dari Rp 20.000

Subakir mengatakan, pengoperasian KRL premium dilakukan untuk menambah pelayanan kepada masyarakat.

PT KCI tidak bermaksud  mengkotak-kotakan antara masyarakat yang mampu dan yang tidak.

"Saya hanya ingin menambahkan pelayanan saja. Untuk pemanfaatan seluruhnya (masyarakat) boleh saja, bukan mampu atau tidak mampu. Seluruhnya silahkan menikmati, hanya pilihan saja," ujar Subakir.



Close Ads X