Penjelasan Panitia soal Sumbangan Rp 1,4 Miliar untuk Natal Bersama Pemprov DKI

Kompas.com - 28/12/2018, 22:18 WIB
Suasana perayaan Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta di Hall B3 Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Suasana perayaan Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta di Hall B3 Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Natal Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan masyarakat Kristen dan Katolik akan digelar di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, pada 11 Januari 2019.

Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Sunardi Sinaga mengatakan, estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menggelar kegiatan itu yakni Rp 1,4 miliar.

Sunardi menyebut Pemprov DKI Jakarta membantu kegiatan itu dengan memfasilitasi sejumlah hal. Sementara sisanya, panitia meminta sumbangan kepada sejumlah perusahaan untuk menutup kekurangan biaya.

Baca juga: Tak Masuk APBD, DKI Minta Sumbangan Rp 1,4 Miliar untuk Natal Bersama

"Pemda itu tetap ngebantu, cuma nanti mungkin ada kekurangan. Kekurangannya saya harus coba istilahnya kalau ada donatur, silakan," ujar Sunardi melalui sambungan telepon, Jumat (28/12/2018).

Sunardi mencontohkan, Dinas Pariwisata DKI menyiapkan sejumlah penari dan musik tradisional, Biro Umum menyediakan panggung acara, Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri menyediakan konsumsi untuk tamu VIP, serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik akan membantu mempublikasikan acara, dan lainnya.

Selain itu, BUMD DKI Jakarta juga turut memfasilitasi perayaan Natal Bersama.

PT Pembangunan Jaya Ancol memberikan sewa Ecovention Ancol secara gratis sebagai tempat penyelenggaraan Natal Bersama. Kemudian, PT Transportasi Jakarta menyediakan bus gratis untuk mengangkut peserta Natal Bersama dari gereja-gereja menuju lokasi acara.

Baca juga: 59.000 Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta Usai Libur Natal 2018

"Jadi, Pemda itu membantu melalui anggaran SKPD dan UKPD terkait karena kan ada anggaran masing-masing," kata Sunardi.

Sementara itu, sumbangan dari sejumlah perusahaan akan digunakan untuk biaya lain-lain, seperti honor pengisi hiburan hingga pembelian hadiah atau doorprize. Sumbangan juga bisa diberikan dalam bentuk barang.

Menurut Sunardi, sumbangan diperbolehkan selama tidak bersifat memaksa dan tidak melanggar peraturan.

"Kita bikin juga doorprize. Contoh mungkin ada yang membantu doorprize, kan tidak mesti uang juga, bisa barang," ucapnya.



Close Ads X