Warga Diminta Jauhi Gundukan yang Diduga Limbah B3 di Marunda

Kompas.com - 04/01/2019, 20:02 WIB
Warga menunjukkan butiran pasir yang diduga merupakan limbah minyak kelapa sawit di Marunda, Jakarta Utara, Jumat (4/1/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWarga menunjukkan butiran pasir yang diduga merupakan limbah minyak kelapa sawit di Marunda, Jakarta Utara, Jumat (4/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga diminta tidak memanfaatkan gundukan tanah yang diduga merupakan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kawasan RW 07 Marunda, Jakarta Utara.

Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas LH DKI Jakarta Rusliyanto mengatakan, warga dikhawatirkan menggunakan gundukan tersebut sebagai tanah urukan.

"Kita harapkan supaya masyarakat tidak lagi menggunakan (gundukan) itu sebagai media pengganti tanah untuk urukan gitu lho," kata Rusliyanto kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Rusliyanto menuturkan, penggunaan gundukan tanah tersebut sebagai tanah urukan dapat menyalurkan limbah beracun ke air tanah yang dikonsumsi warga.

Baca juga: Petugas LH Temukan Gundukan Tanah Diduga Limbah Minyak Sawit di Marunda

"Nanti di situ ada resapan ke air tanah akhirnya airnya mengandung limbah B3, ya bisa membuat cacat bawaan," ujar Rusliyanto.

Ia menambahkan, warga juga sebaiknya tidak beraktivitas di sekitar lokasi gundukan. Rusliyanto menyebut, manusia mesti mengenakan sarung tangan dan masker ketika mendekati limbah.

Warga menyebut, gundukan tanah itu kerap dijadikan tempat bermain bagi anak-anak yang bersekolah tak jauh dari lokasi gundukan.

Adapun pihak Dinas LH DKI Jakarta mengaku sudah berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk mensosialisasikan imbauan tersebut.

Baca juga: Warga Marunda Keluhkan Bau Limbah yang Sebabkan Pusing

"Saya juga sudah ketemu sama RW di situ, sudah mengimbau warga tidak memanfaatkan (gundukan) itu lagi gitu," kata Rusliyanto.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah gundukan yang diduga berupa limbah B3 ditemukan di sejumlah titik di kawasan sekitar Rusun Marunda.

Limbah berjenis Spent Bleaching Earth tersebur dapat menyebabkan kanker hingga cacat bawaan dalam periode jangka panjang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

UPDATE 1 Oktober: Tambah 1.153, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sejak Maret Capai 75.521

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X