Terkendala Jumlah Alat Berat, Pembersihan Lautan Sampah di Bekasi Lamban

Kompas.com - 07/01/2019, 16:48 WIB
Tampak lautan sampah membentuk dataran baru di Kali Pisang Batu, Desan Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/1/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVITampak lautan sampah membentuk dataran baru di Kali Pisang Batu, Desan Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/1/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Desa Pahlawan Setia Zainal Abidin mengatakan, butuh lebih dari dua minggu untuk membersihkan Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang dipenuhi sampah.

Hal itu dikatakan Zainal sebab sampah yang menumpuk di kali tersebut panjangnya hingga 1,5 kilometer.

"Ini kalau kami lihat dari tumpukan sampah begini, enggak cukup seminggu atau dua minggu ya, kemungkinan sebulan bisa," kata Zainal kepada Kompas.com, Senin (7/1/2019).

Baca juga: Melihat Sampah Penuhi Kali Pisang Batu Bekasi...

Dia menambahkan, saat ini dua alat berat dan ratusan truk tengah dikerahkan untuk angkut sampah dari kali.

Jumlah alat berat saat ini, kata dia, masih kurang banyak untuk mempercepat pengangkutan sampah yang sudah dilakukan dari hari Sabtu (5/1/2019).

"Alatnya kurang, ini juga enggak maksimal, kami maunya yang amfibi yang bisa jalan di air jadi bisa maksimal pengangkutannya," ujar Zainal.

Adapun sejak Sabtu, sampah yang sudah diangkut sebanyak 700 ton. Ketebalan sampah di dalam kali pun mencapai 50 sentimeter.

" Sampah bukan dari warga kami doang ya, ini kiriman dari perbatasan Kota (Bekasi) juga, makanya kami minta semua unsur pemerintahan ikut bantu tangani sampah di sini," tutur Zainal.

Dia mengimbau agar seluruh masyarakat jangan buang sampah ke kali. Dia juga meminta seluruh elemen pemerintahan, termasuk Pemkot Bekasi untuk menangani sampah di Kali Pisang Batu ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa " lautan sampah" nampak di sepanjang Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Pemkab Bekasi Kerahkan 2 Alat Berat Angkut Lautan Sampah di Kali Pisang Batu

Pantauan Kompas.com, sampah masih terlihat di sepanjang permukaan kali walaupun sudah diangkut sejak Sabtu kemarin.

Sampah rumah tangga, seperti plastik, botol, bahkan kasur pun tertata rapi seperti dataran baru di permukaan kali. Air kali juga nampak hitam pekat serta mengeluarkan bau tak sedap.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X