Kompas.com - 08/01/2019, 17:37 WIB
Sampah yang didominasi plastik memenuhi sepanjang Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). Sampah yang memenuhi Kali Pisang Batu hingga sepanjang 1,5 kilometer berasal dari Kali Bekasi yang melewati Kota Bekasi. Sampah muncul pasca normalisasi dilakukan pada Desember 2018. Sebelumnya, kali hanya dipenuhi lumpur dan eceng gondok. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSampah yang didominasi plastik memenuhi sepanjang Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). Sampah yang memenuhi Kali Pisang Batu hingga sepanjang 1,5 kilometer berasal dari Kali Bekasi yang melewati Kota Bekasi. Sampah muncul pasca normalisasi dilakukan pada Desember 2018. Sebelumnya, kali hanya dipenuhi lumpur dan eceng gondok.

BEKASI, KOMPAS.com - Amin, warga Desa Setia Mulya mengatakan, kondisi air di permukiman dan sekitarnya sudah tidak bagus pasca-tercemarnya air Kali Pisang Batu di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang dipenuhi sampah.

Dia mengatakan, kondisi air kali yang hitam pekat serta menimbulkan bau menyengat berdampak pada air perumahan dan sumur di permukiman warga yang ikut menjadi bau.

Baca juga: Cerita Warga Sekitar Lautan Sampah, Takut Banjir dan Kena Air Langsung Gatal

"Air di sini sudah jelek, tapi enggak warna hitam kayak di kali. Nah pas dua minggu hampir sebulanan ini air mulai hitam karena air kali penuh sampah," kata Amin kepada Kompas.com, Selasa (8/1/2019).

Amin menambahkan, air sumur juga mulai menghitam pasca-kali tersebut dipenuhi sampah.

Dia hanya menggunakan air sumur dan rumahnya untuk mencuci pakaian. Untuk mandi, dia harus membeli air PAM seharga Rp 6.000 per galon.

"Buat mandi bau, kami pakai air itu dulu terus bilas pakai air PAM yang kami beli. Air sumur cuma buat nyuci saja," ujar Amin.

Tampak air sumur di permukiman warga menghitam pasca terimbas Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang tercemar, Selasa (8/1/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Tampak air sumur di permukiman warga menghitam pasca terimbas Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang tercemar, Selasa (8/1/2019).

Muhtasor, warga lainnya mengatakan, sejak dia tinggal di area kali pada 2001, air di sana masih jernih.

Lalu, lambat laun air mulai tercemar dan berwarna hitam serta dipenuhi eceng gondok dan mengeluarkan bau menyengat.

"Dulu (kali) ini penuh eceng gondok, tapi lama-lama air menghitam tercemar jadi bau, air kami juga ikutan bau," tutur Muhtasor.

Dari pantauan di lokasi, sampah rumah tangga seperti plastik, botol, bahkan kasur pun tertata rapi di sana seperti "dataran baru" di atas permukaan kali.

Baca juga: Keluhan Warga Sekitar Lautan Sampah di Bekasi, Susah Tidur dan Nyamuk

Air kali juga nampak hitam pekat serta mengeluarkan bau tak sedap.

Adapun sejak Sabtu (5/1/2019), sampah sudah dikeruk oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menggunakan dua alat berat dan puluhan truk.

Sementara sampai hari ini, sudah ada 150 truk yang mengangkut sampah dari kali tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Megapolitan
Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Megapolitan
Jalan Akses Marunda yang Rusak dan Bahayakan Pengendara Akan Diperbaiki

Jalan Akses Marunda yang Rusak dan Bahayakan Pengendara Akan Diperbaiki

Megapolitan
Apindo Resmi Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP Jakarta 5,1 Persen

Apindo Resmi Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP Jakarta 5,1 Persen

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran, Warga yang Ikut Operasi Pasar di Johar Baru Bersyukur

Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran, Warga yang Ikut Operasi Pasar di Johar Baru Bersyukur

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Desak Anies Beri Tempat Tinggal Layak untuk Warga Terdampak Pembangunan JIS

Ketua DPRD DKI Desak Anies Beri Tempat Tinggal Layak untuk Warga Terdampak Pembangunan JIS

Megapolitan
Saat Anies Sebut Suara Musik Nidji Merdu dan Tak Sumbang...

Saat Anies Sebut Suara Musik Nidji Merdu dan Tak Sumbang...

Megapolitan
Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Diadakan di Johar Baru, 1 Liter Rp. 14.000

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Diadakan di Johar Baru, 1 Liter Rp. 14.000

Megapolitan
Bioskop XXI di Blok M Square Ditempeli Stiker Peringatan Belum Melunasi Pajak

Bioskop XXI di Blok M Square Ditempeli Stiker Peringatan Belum Melunasi Pajak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.