Kemacetan Timbulkan Kerugian, Anies Ingin Bangun "Park and Ride" di Luar Jakarta

Kompas.com - 09/01/2019, 18:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (9/1/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (9/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin membangun sejumlah lahan parkir di luar Jakarta untuk mengatasi kemacetan di Jabodetabek yang menimbulkan kerugian hingga Rp 100 triliun per tahun.

"Kita perlu membangun banyak lahan parkir. Lahan parkir DKI bisa dibangun tidak hanya di DKI, tetapi bisa bangun di luar Jakarta," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Anies menyampaikan, lahan-lahan parkir dengan tarif murah akan dibangun sekitar lokasi transportasi umum di luar Jakarta.

Baca juga: Anies Sebut Kerugian Kemacetan di Jabodetabek Capai Rp 100 Triliun Setahun

Sementara lahan parkir di dalam kota akan dinaikkan.

Harapannya, warga akan memarkirkan kendaraan pribadinya di lahan parkir dibangun di luar kota dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.

"Misalnya, harga parkirnya (dalam kota) ditinggikan, lalu DKI membangun lahan parkir di luar yang dekat dengan stasiun LRT, MRT, dengan harga parkir yang murah itu bisa," kata Anies.

Baca juga: Rp 65 Triliun Hilang Per Tahun akibat Kemacetan di Jadebotabek

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bekasi, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan membangun 10 park and ride di kota dan kabupaten tersebut pada 2019.

Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari menyampaikan, empat pemda itu sudah menyediakan lahan untuk membangun park and ride tersebut.

Pemprov DKI Jakarta nantinya berupaya akan menyediakan anggaran untuk pembangunan park and ride, baik menggunakan APBD DKI, sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), atau pun sumber-sumber lainnya.

Baca juga: Parkir Mahal Bisa Kurangi Kemacetan

Jika menggunakan APBD DKI, lanjut Premi, masing-masing pemda harus mengajukan proposal bantuan keuangan kepada Pemprov DKI setelah merampungkan perencanaan pembangunan.

"Kalau APBD berarti pakai mekanismenya bantuan keuangan, tetapi kalau memang dari KPBU, berarti, kan, itu harus ada mekanisme lain, itu ada pembahasan khusus nanti," kata Premi, Kamis (20/12/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

Berita Foto
[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

Megapolitan
Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Megapolitan
Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Megapolitan
Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Megapolitan
Kontroversi Sukmawati: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq, dan Dugaan Penodaan Agama

Kontroversi Sukmawati: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq, dan Dugaan Penodaan Agama

Megapolitan
Pulang Umrah, Oknum Satpol PP Jakbar Langsung Diperiksa Hari Ini Terkait Pembobolan ATM

Pulang Umrah, Oknum Satpol PP Jakbar Langsung Diperiksa Hari Ini Terkait Pembobolan ATM

Megapolitan
Gedung Hangus, Siswa SMK Yadika 6 Pindah Gedung dan Belajar di Aula

Gedung Hangus, Siswa SMK Yadika 6 Pindah Gedung dan Belajar di Aula

Megapolitan
Angkat Endapan Lumpur, Situ Parigi Dikeruk

Angkat Endapan Lumpur, Situ Parigi Dikeruk

Megapolitan
Pemadam Terhambat Akses yang Sulit, Kebakaran SMK Yadika 6 Membesar dan Sulit Dipadamkan

Pemadam Terhambat Akses yang Sulit, Kebakaran SMK Yadika 6 Membesar dan Sulit Dipadamkan

Megapolitan
Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SMK Yadika 6 Pondok Gede Diliburkan 3 Hari

Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SMK Yadika 6 Pondok Gede Diliburkan 3 Hari

Megapolitan
4 Siswa Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Bekasi Dirawat, Alami Patah Tulang dan Luka Bakar

4 Siswa Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Bekasi Dirawat, Alami Patah Tulang dan Luka Bakar

Megapolitan
3 Lantai Hangus, SMK Yadika 6 Pondok Gede Tak Punya Fasilitas Laik Antisipasi Kebakaran

3 Lantai Hangus, SMK Yadika 6 Pondok Gede Tak Punya Fasilitas Laik Antisipasi Kebakaran

Megapolitan
Jalur Evakuasi SMK Yadika 6 Tak Memadai, Siswa Sulit Menyelamatkan Diri Saat Kebakaran

Jalur Evakuasi SMK Yadika 6 Tak Memadai, Siswa Sulit Menyelamatkan Diri Saat Kebakaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X