Saat Pejalan Kaki "Dipaksa" Menggunakan Skybridge Tanah Abang

Kompas.com - 11/01/2019, 09:55 WIB
Ramp jembatan penyebrangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELARamp jembatan penyebrangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Rabu (12/12/2018).

"Desain dari JPM sudah mempertimbangkan flow, mobilitas pergerakan orang di situ, sudah dipertimbangkan," kata Sigit, Kamis malam.

Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki: Jangan Sampai Semua Akses Lewat Skybridge, Itu Salah...

Menurut Sigit, upaya yang dilakukan Pemprov DKI bukan sekadar membatasi pergerakan penumpang kereta, melainkan juga mengubah perilaku. Menurut dia, skybridge dirancang untuk keamanan dan keselamatan semua pengguna jalan.

"Ini bagian kita mengubah perilaku. Yang pasti tujuan pembangunan itu menciptakan konektivitas, kemudian juga memastikan keamanan dan keselamatan semua pengguna," kata Sigit.

Tambah fasilitas

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, pembangunan skybridge tengah dikebut. Sejumlah fasilitas ditambah untuk membatasi pejalan kaki dan demi kenyamanan pedagang kaki lima.

"Sudah (selesai pembangunan), tapi setelah dilihat evaluasi lapangan ternyata masih butuh lagi. Jangan sampai betul-betul ada orang yang jalan kaki di badan jalan, loncat, itu saja. Terus kami sosialisasi nggak boleh lagi ada pejalan kaki di bawah," ujar Yoory.

Yoory mengatakan pihaknya akan menambah toilet di skybridge.

Baca juga: Pedagang Puas Berjualan di Skybridge Tanah Abang

"Kalau toilet tambahan lagi diorder tinggal sebenantar lagi dipasang. Yang gitu-gitu perlu penyempurnaan penambahan fasilitas, kami laporkan lagi ke Gubernur," kata dia.

Setelah semua tambahan selesai, baru skybridge akan diresmikan.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X