Dugaan Penganiayaan Pegawai KPK, Sespri Gubernur Papua Tak Penuhi Panggilan Polisi

Kompas.com - 11/02/2019, 12:41 WIB
Ilustrasi penyidik KPK: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Kedatangan KPK untuk menyita enam mobil yang diduga terkait kasus korupsi impor daging sapi. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAIlustrasi penyidik KPK: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Kedatangan KPK untuk menyita enam mobil yang diduga terkait kasus korupsi impor daging sapi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Elpius Hugy, Sekretaris pribadi (Sespri) Gubernur Papua Lukas Enembe, tidak memenuhi panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019).

Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil Elpius dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan penganiayaan dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Baca juga: Babak Baru Pengungkapan Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai KPK

Kuasa hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Stefanus Roy Rening mengatakan, Elpius tidak dapat hadir lantaran sedang mendampingi Gubernur Papua.


"Hari ini saya datang untuk berkoordinasi sehubungan dengan panggilan saksi terhadap Saudara Elpius. Yang bersangkutan tidak bisa hadir hari ini karena harus mendampingi Bapak Gubernur yang baru tiba dari pertemuan dari Surabaya," kata Roy di Polda Metro Jaya.

Roy mengungkapkan, pihaknya telah meminta pergantian jadwal kepada tim penyidik.

"Kami minta ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan karena pimpinan (penyidik Ditreskrimum) tadi belum ada, jadi belum mempersiapkan jadwal berikutnya," ungkap Roy.

Sebelumnya, tim penyidik berencana memanggil saksi dari pihak Pemprov Papua, di antaranya Elpius Hugy, Sekretaris Komisi 1 DPRD Papua, dan Sekda Pemprov Papua.

Penyidik telah memeriksa lima saksi lainnya, yakni tiga orang sekuriti hotel, satu orang operator Call Data Record (CDR) atau kamera pengintai, dan satu orang resepsionis hotel.

KPK dan Pemprov Papua terlibat saling lapor ke Polda Metro Jaya terkait insiden dugaan penganiayaan yang terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019) dini hari lalu.

Baca juga: Pegawai KPK yang Diduga Dianiaya Tak Penuhi Panggilan Polisi

Pada Minggu, KPK melaporkan Pemprov Papua ke Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya yang sedang bertugas.

Sehari setelahnya, Pemprov Papua juga melaporkan balik penyelidik KPK atas dugaan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

Megapolitan
Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

Megapolitan
Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Megapolitan
Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X