PKS Klarifikasi, Sebut 2 Nama Cawagub DKI Belum Final

Kompas.com - 12/02/2019, 05:00 WIB
(kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).KOMPAS.com/NURSITA SARI (kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).

JAKARTA,  KOMPAS.com - Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta yang telah diumumkan belum final.

Dua nama itu yakni kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

"Keputusan dua nama tersebut belum final," ujar Syakir melalui keterangan tertulis, Senin (11/2/2019) malam.

Baca juga: Ini Dua Nama Cawagub DKI Terpilih


Syakir menyampaikan, nama Agung dan Syaikhu direkomendasikan sebagai cawagub oleh tim panelis uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test).

Mereka dinilai layak diajukan sebagai cawagub kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kemudian diteruskan kepada DPRD DKI Jakarta.

Namun, Syakir menyebut keputusan akhir soal dua nama cawagub itu masih akan dibahas bersama DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.

Hasil fit and proper test dan rekomendasi tim panelis akan menjadi pertimbangan kedua pihak.

"Saat ini, keputusan dua dari tiga nama terbaik kader PKS untuk menjadi cawagub DKI masih dibahas bersama Partai Gerindra," kata Syakir.

Sebagai mitra koalisi, lanjut Syakir, PKS akan mendengar dan menghormati masukan dari Gerindra.

Karena itulah, finalisasi dua nama cawagub DKI akan diputuskan setelah kedua pihak bertemu dan melakukan pembahasan bersama.

"Kami menghormati aspirasi, masukan, dan pertimbangan dari Gerindra terkait nama yang akan diputuskan, karena Gerindra adalah mitra koalisi strategis, baik di level nasional maupun di Jakarta. Karenanya, pertimbangannya sangat perlu untuk didengar," ucapnya.

Baca juga: 2 Nama Cawagub DKI Batal Diserahkan ke Anies Hari Ini

Sebelumnya pada Senin sore, Syakir menyebut PKS dan Partai Gerindra sepakat memilih Agung dan Syaikhu sebagai cawagub DKI Jakarta.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif kemudian menilai, pengumuman dua nama cawagub itu tidak etis karena PKS belum berembuk dengan Gerindra DKI.

Dalam fatsun (sopan santun) politik kedua partai, kata Syarif, PKS dan Gerindra seharusnya berembuk terlebih dahulu untuk membahas hasil fit and proper test. Setelah itu, barulah dua nama cawagub DKI diumumkan.

"Saya mengatakan bahwa PKS kurang menghormati fatsun politik," kata Syarif.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Megapolitan
Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Megapolitan
Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Close Ads X