Suami Selingkuh, Istri Nyaris Bunuh Diri di Kelapa Gading

Kompas.com - 04/03/2019, 18:33 WIB
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga dalam konferensi pers di Mapolsek Kelapa Gading, Rabu (1/8/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga dalam konferensi pers di Mapolsek Kelapa Gading, Rabu (1/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggagalkan upaya bunuh diri seorang perempuan berinisial VWG (35) di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/3/2019) pagi.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga mengatakan, VWG berniat bunuh diri karena depresi mengingat suaminya berulang kali ketahuan selingkuh.

"Pelaku menjadi depresi karena suaminya sudah tiga kali diketahui selingkuh. Kemudian pelaku berusaha melakukan percobaan bunuh diri," kata Martua kepada wartawan, Senin. 

Baca juga: Usai Tengok Ibunya, Sakiman Bunuh Diri dengan Minum Racun Serangga

Martua menuturkan, niat VWG pertama kali diketahui kakaknya.

Pada Minggu (3/3/2019) malam, VWG mengirim pesan WhatsApp yang berisi keinginan bunuh diri kepada sang kakak. 

Setelah menerima pesan tersebut, kakak dan adik mendatangi apartemen tempat tinggal VWG.

Baca juga: Istri dan Anak Enggan Pulang ke Rumah, Petani Bunuh Diri di Pohon Karet

Mereka menemukan kamar mandi terkunci dari dalam.

"Pelaku sudah berada di dalam kamar mandi membawa benda tajam dalam keadaan terkunci. Jika ada yang mengajak bicara, pelaku akan bunuh diri," ujarnya. 

Kakak dan adik VWG pun melapor kejadian tersebut kepada pihak keamanan dan aparat kepolisian. 

Baca juga: Usai Dirawat di RS, Pensiunan Polri Bunuh Diri Terjun ke Sungai

Setiba di lokasi, polisi sempat membujuk VWG membuka pintu kamar mandi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Megapolitan
Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa 'Nyungsep' | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa "Nyungsep" | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Megapolitan
Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Megapolitan
Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Megapolitan
PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

Megapolitan
JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

Megapolitan
Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

Megapolitan
Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X