BPTJ Belum Tentukan Bentuk Penataan Ulang Halte Semanggi

Kompas.com - 16/03/2019, 16:54 WIB
Jalur transit antara halte Semanggi dan Bendungan Hilir yang dinilai sejumlah pengguna bus transjakarta, terlalu panjang dan naik turun.Alsadad Rudi Jalur transit antara halte Semanggi dan Bendungan Hilir yang dinilai sejumlah pengguna bus transjakarta, terlalu panjang dan naik turun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) belum menentukan bentuk penataan ulang terhadap Halte Semanggi yang berada di depan Mapolda Metro Jaya.

"Nanti ya, kan jangka menengah itu. kita survei dulu, kita melihat nanti seperti apa penataannya," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono kepada Kompas.com, Sabtu (16/3/2019).

Bambang menyebut, tidak menutup kemungkinan bila Halte Semanggi dibongkar karena antrean bus menuju halte itu kerap membuat kemacetan.

Namun, opsi lain seperti pemindahan halte, pergeseran halte, hingga perubahan bentuk halte juga dimungkinkan mengingat halte itu merupakan halte transit Transjakarta.

Baca juga: BPTJ Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Semanggi, Begini Skemanya

"Intinya adalah, halte-halte yang ada itu menpengaruhi pergerakan bus, sekarang kan pergerakan bus karenan ngejar haltenya kan dia menutup arus lalin yang keluar jalan tol," ujar Bambang.

Sementara itu, BPTJ juga akan melakukan survei terlebih dahulu mengenai wacana penataan ulang halte di kawasan Tegal Parang dan Kuningan.

Sebelumnya, Bambang menyebut sejumlah halte bus mesti ditata ulang karena antrean masuk bus dianggap menyebabkan kemacetan panjang.

Salah satu halte yang menurutnya mesti ditata ulang adalah Halte Semanggi karena antrean masuk busnya menghalangi arus lalu lintas yang ingin keluar tol. 

Baca juga: BPTJ: Laju Kendaraan Cenderung Tersendat Setelah Ganjil-Genap Tak Seharian

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X