Kompas.com - 05/04/2019, 10:39 WIB
Warga RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat unjuk rasa menuntu pengusutan kasus oleh orang tak dikenal, Selasa (26/3/2019) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGIWarga RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat unjuk rasa menuntu pengusutan kasus oleh orang tak dikenal, Selasa (26/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku penyerangan dan penganiayaan warga Jalan Kartini VIII Dalam, RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat melakukan aksinya karena sakit hati.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana menyebut penyerangan itu dipicu saling ejek antara pelaku dan sejumlah warga Sawah Besar pada hari sebelumnya.

Hal ini membuat pelaku tersinggung dan kemudian menyerang warga Sawah Besar secara acak.

"Saling ejek saja pada hari sebelumnya. Kemudian (pelaki) tersinggung terus nyerang korban warga yang random," ucap Kompol Mirzal saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

Akibatnya beberapa warga yang tidak terlibat dalam masalah itu pun menjadi korban pembacokan para pelaku hingga mengakibatkan luka berat. 

"Korban yang enggak tahu apa-apa jadi terkena bacokan," kata dia.

Baca juga: Pelaku Membacok Warga di Jalan Kartini karena Sakit Hati

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Polisi menangkap dua pelaku penyerangan dan penganiayaan terhadap warga Jalan Kartini VIII Dalam, RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kedua pelaku, ALS (19) dan RFD alias DT (17) ditangkap di dua lokasi berbeda.

Kedua pelaku ini diketahui melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap warga Jalan Kartini hingga mengalami luka berat.

Bahkan salah satu korban harus dioperasi dengan biaya Rp 50 juta karena tangannya yang nyaris putus terkena celurit.

Para pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan sehingga korban mengalami luka berat dengan ancaman hukuman lebih dari empat tahun penjara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditabrak di Jalan Kapuk Raya, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Ditabrak di Jalan Kapuk Raya, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Megapolitan
Sanggupi Permintaan Ma'ruf Amin, Pemkot Tangerang Siap Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Sanggupi Permintaan Ma'ruf Amin, Pemkot Tangerang Siap Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Pelindo II Akan Berhentikan Pegawai yang Lakukan Pungli

Pelindo II Akan Berhentikan Pegawai yang Lakukan Pungli

Megapolitan
Kesulitan Kejar Target Vaksinasi, Pemkot Tangsel Minta Pusat Perbanyak Distribusi Vaksin Covid-19

Kesulitan Kejar Target Vaksinasi, Pemkot Tangsel Minta Pusat Perbanyak Distribusi Vaksin Covid-19

Megapolitan
Wapres Maruf Amin Minta Pemkot Tangerang Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Wapres Maruf Amin Minta Pemkot Tangerang Vaksinasi 15.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, RS Islam Jakarta Butuh Tambahan 48 Nakes

Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, RS Islam Jakarta Butuh Tambahan 48 Nakes

Megapolitan
Ini Link Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta

Ini Link Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat

Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat

Megapolitan
3 Staf PTSP Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cengkareng Timur Ditutup Sementara

3 Staf PTSP Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cengkareng Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Jakarta Memasuki Fase Genting Covid-19, Lonjakan hingga Antrean Pasien Terjadi di Wisma Atlet

Jakarta Memasuki Fase Genting Covid-19, Lonjakan hingga Antrean Pasien Terjadi di Wisma Atlet

Megapolitan
Dinkes DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Menuju Tren Mengkhawatirkan

Dinkes DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Menuju Tren Mengkhawatirkan

Megapolitan
RS Islam Jakarta Terpaksa Tolak Pasien Baru Covid-19 karena Ruang Isolasi Penuh

RS Islam Jakarta Terpaksa Tolak Pasien Baru Covid-19 karena Ruang Isolasi Penuh

Megapolitan
Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Kota Tangerang Penuh

Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Kota Tangerang Penuh

Megapolitan
Kasus Melonjak, RS di Depok Aktifkan Lagi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Kasus Melonjak, RS di Depok Aktifkan Lagi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Peserta Vaksinasi Covid-19 di Alam Sutera Membeludak, Wali Kota: Karena Ada Wapres

Peserta Vaksinasi Covid-19 di Alam Sutera Membeludak, Wali Kota: Karena Ada Wapres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X