Muncul Petisi untuk Go-Jek Bantu Kurangi Sampah Plastik dari Go-Food

Kompas.com - 08/04/2019, 18:14 WIB
Petisi untuk Go-Jek agar bantu mengurangi sampah plastik dari layanan Go-Food.Bidik Layar petisi di Change.org Petisi untuk Go-Jek agar bantu mengurangi sampah plastik dari layanan Go-Food.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Go-Jek diminta turut ambil bagian dalam mengurangi produksi sampah plastik.

Permintaan tersebut muncul lewat petisi di change.org pada Jumat (5/4/2019). Dalam petisi tersebut ditulis, "Go-Jek, sediakan pilihan untuk sertakan alat makan sekali pakai".

Penelusuran Kompas.com, petisi itu dibuat oleh seorang warga bernama Alicia Strous.

Petisi tersebut meminta Go-Jek menyediakan fitur pilihan pada Go-Food untuk menyertakan alat makan sekali pakai atau tidak.


Dengan begitu, pengemudi Go-Jek juga restoran yang bekerja sama dengan Go-Food tak selalu memberikan alat makan sekali pakai saat ada pesanan.

"Padahal biasanya kita sering Go Food dari rumah dan alat makan plastiknya enggak terpakai karena kita sudah punya sendok garpu sendiri di rumah," tulis Alicia pada petisinya tersebut. 

Baca juga: Viral, Foto Sampah Plastik Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun di Sendang Biru, Malang

"Kalau Go-Jek bisa menerapkan pilihan 'sertakan alat makan', Gojek bisa berkontribusi besar terhadap penyelamatan lingkungan Indonesia. Termasuk untuk mendukung pemerintah yang punya goal untuk kurangi 70 persen sampah ke laut sebelum 2025," lanjut tulisan di petisi tersebut.

Dalam pantauan Kompas.com pada Senin hingga pukul 18.00, setidaknya 2.991 orang sudah menandatangani petisi tersebut

Komunitas Hijau, sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan, turut mengunggah ajakan pendandatanganan petisi tersebut melalui akun Instagram @hijau.id.

"Sebenarnya Go-Jek juga membuat sampah plastik makin banyak di masyarakat dengan program Go Food-nya. Maka seharusnya mereka punya kewajiban untuk ikut mengurangi dampak sampah plastik," ujar Founder Komunitas Hijau Gladys Hassa dihubungi Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Baca juga: Sedang Hamil, Paus Sperma yang Mati di Italia Telan 22 Kg Plastik

Menurut Gladys, perusahaan start up tersebut harus menyediakan fitur pemberitahuan yang bisa digunakan konsumen untuk memberitahu pengemudinya ketika melakukan order, agar menyertakan alat makan sekali pakai atau tidak.

"Saya setuju sama petisinya. Setidaknya dengan adanya fitur tersebut, perusahaan (start up) besar ini bisa mengurangi penyebaran sampah," tambahnya.

Komunitas Hijau sebelumnya juga membuat surat terbuka kepada Go-Jek dan Grab yang memiliki layanan Go-Food dan GrabFood untuk ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik di bumi.

Salah satu poin yang disampaikan yaitu, mengimbau Go-Jek dan Grab menyediakan kantong reusable atau untuk dipakai berulang kali oleh para pengemudi ketika mengantarkan makanan dan minuman.

Baca juga: Kicauan Di-RT Menteri Susi, Mahasiswi Penemu Sampah Plastik Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun Kaget

Adapun mengenai petisi ini, pihak Go-Jek belum merespons sambungan telepon dari Kompas.com.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

PETISI UNTUK GOJEK (& GRAB) - Klik di bio kami. Dearest @gojekindonesia dan @grabid, ayo kita menjadi lebih #sustainable bersama-sama! Melalui banyaknya dukungan dan share surat Hijau kepada @gojekindonesia dan @grabid minggu ini, kami menyadari bahwa banyak sekali pengguna GO-FOOD dan GrabFood yang sebenarnya tidak ingin menerima kantong plastik tambahan saat memesan makanan. Tak hanya kantong plastik, tapi juga sedotan, tissue, saos sachet, alat makan sekali pakai, dan kemasan-kemasan plastik lainnya. Bisnis yang baik ialah bisnis yang berpikir jangka panjang - tidak hanya bagaimana sebuah bisnis bisa berkontribusi memudahkan hidup customernya, tapi juga bagaimana bisnis itu bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dengan menandatangani petisi ini (dibuat oleh @aliciastrous), kami sebagai pengguna meminta dibuatnya opsi tanpa kemasan plastik dalam aplikasi GO-FOOD dan GrabFood. Setidaknya, pengguna lain yang tadinya tidak peduli masalah plastik jadi sadar dan mulai peduli. Bayangkan ada berapa banyak sampah plastik yang bisa dicegah berakhir di TPA begitu saja. #sustainableindonesia #sayapilihbumi #bhayplastik #zerowastetips #indonesiadaruratsampah #hijauid #petisigojek

A post shared by Hijau (@hijau_id) on Apr 4, 2019 at 6:50pm PDT

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X