Giliran Dahnil Anzar Bersaksi di Sidang Kebohongan Ratna Sarumpaet

Kompas.com - 11/04/2019, 07:12 WIB
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKoordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

JAKARTA,KOMPAS.com - Sejumlah tokoh seperti Amien Rais dan Naniek S Deyang sudah bersaksi di sidang kasus penyebaran kabar bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet.

Kamis (11/4/2019) ini, giliran Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) PrabowoSubianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang dipanggil menjadi saksi.

Selain Dahnil, JPU juga memanggil Deden, Chairulah, dan Harjono untuk bersaksi.

"Iya Dahnil, yang seharusnya diperiksa Selasa kemarin," kata Kordinator Jaksa Penuntut Umum, Daroe Tri Sardono, Selasa (10/4/2019).


Chairulah dan Harjono merupakan saksi dari pihak pendemo yang seharusnya datang pada persidangan sebelumnya.

Baca juga: 4 Kesaksian Said Iqbal: Ratna Sarumpaet Menangis hingga Ingin Bertemu Prabowo

Nama Dahnil dalam beberapa persidangan sebelumnya sempat disebut lantaran ikut dalam pertemuan di lapang Polo, Bogor (2/10/2018). Dalam pertemuan itu, turut hadir Prabowo Subianto, Nanik S Deyang, Said Iqbal, dan Amien Rais.

Ratna Sarumpaet saat memasuki mobil tahanan seusai menjalani persidang di Pengadilan Negeri Jakarta Sealtan, Selasa (9/4/2019).KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYA Ratna Sarumpaet saat memasuki mobil tahanan seusai menjalani persidang di Pengadilan Negeri Jakarta Sealtan, Selasa (9/4/2019).
Dipertemuan itulah Ratna menceritakan kebohonganya yang menjadi korban penganiayaan.

Sedangkan Deden merupakan saksi yang sebelumnya disebutkan dalam persidangan kemarin.

Deden mempunyai peran mempertemukan Ratna denga Ruben, mantan pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua. Ruben ingin bertemu Ratna karena ingin minta tolong bantuan pencarian dana pembangunan Papua yang diduga di klaim oleh pemerintah.

Baca juga: Hakim Kembali Tolak Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

Daroe memastikan ke empat saksi datang dalam persidangan hari ini.

"Pada prinsipnya setiap saksi wajib hadir memenuhi panggilan untuk kepentingan pemeriksaan di persidangan," katanya.

Dalam kasus ini, Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Bantah Pernah Kirim Foto Saat Wajah Lebam, Ratna Sarumpaet Sebut Ruben Penipu

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Megapolitan
Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Megapolitan
Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Megapolitan
Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Megapolitan
Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Megapolitan
Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Megapolitan
Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Megapolitan
Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Megapolitan
PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Megapolitan
Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Megapolitan
Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Megapolitan
Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Megapolitan
Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Megapolitan
TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X