Rencana Anies untuk Kemang: Area Pejalan Kaki Diperbesar hingga Gerakkan Perekonomian

Kompas.com - 11/04/2019, 12:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bakal menata kawasan Kemang sebagaimana kawasan Sudirman-Thamrin yang telah lebih dulu ditata.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, penataan ini nantinya akan semakin menggerakkan perekonomian di kawasan Kemang karena mobilitas warga semakin tinggi.

"Perekonomian akan tetap bergerak dan Kemang akan jadi contoh awal untuk dipakai di wilayah lain, bahwa area pejalan kaki dibuat besar sehingga warga bisa bergerak dari tempat satu ke tempat lain dengan leluasa," papar Anies kepada awak media di JS Luwansa Hotel, Kamis (11/4/2019).

"Kita ingin nantinya kegiatan perdagangan, restoran, kafe dan lain-lain bisa bergerak dengan baik karena mobilitas penduduk cukup tinggi," lanjutnya.

Baca juga: Pro-Kontra Pembatasan Mobil di Kemang, Tanggapan Anies...

Anies beralasan, saat ini kawasan Kemang tidak mendorong mobilitas warga yang tinggi lantaran jalanan yang padat. Hal itu, lanjutnya, menyebabkan warga terpaksa hanya berhenti di satu titik dan kurang leluasa bergerak ke titik-titik lainnya.

"Kalau saat ini, kalau mau datang ke tempat-tempat restoran, kafe, harus menentukan dulu mau ke mana, baru parkir di mana, tapi tidak bisa berjalan, me-review, memilih, ngobrol. Semua datang ke satu titik, langsung parkir, ya di situ enggak bisa ke tempat lain," kata Anies.

Padahal, ia beranggapan apabila pejalan kaki diberikan ruang yang cukup untuk bergerak seperti di mal, perekonomian di kawasan Kemang justru bakal makin menggeliat.

"Harapannya nanti kemudian perekonomian bergerak, dan nantinya kita akan menyaksikan justru pemilik lahan senang bila dipakai untuk trotoar karena justru menambah pengunjung datang," ia berharap.

Baca juga: Setelah Sudirman, Selanjutnya Giliran Kemang...

"Sekarang seperti di Kemang kan begitu. Warga (pemilik lahan) bersedia (lahannya) digunakan sebagai (area) pejalan kaki karena itu menguntungkan bagi semuanya," tambahnya.

Di sisi lain, ia mengaku pihaknya juga tengah menggodok rencana penempatan kantong parkir maupun pengoperasian shuttle bus di kawasan Kemang pascapenataan nanti.

"Kami memang ada ide nanti ada tempat-tempat parkir, tapi belum ditentukan sekarang supaya warga lebih banya bergerak dengan jalan kaki. Kami akan siapkan shuttle yang secara rutin melewati Kemang," pungkas Anies.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

Megapolitan
12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

Megapolitan
Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
 52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Megapolitan
Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Megapolitan
Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Megapolitan
Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Megapolitan
Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

BrandzView
Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Megapolitan
Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Megapolitan
Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Megapolitan
Masih Butuh Seminggu Lagi Bersihkan Sisa Penggusuran Sunter Agung

Masih Butuh Seminggu Lagi Bersihkan Sisa Penggusuran Sunter Agung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X