Polisi Akan Tindak Tegas Pemilih Tidak Tertib di TPS

Kompas.com - 14/04/2019, 09:28 WIB
Kapolres Metro Bekaai Kota, Kombes Indarto Di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIKapolres Metro Bekaai Kota, Kombes Indarto Di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (4/2/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pihak yang membuat keributan pada pelaksanaan pencoblosan saat Pemilu 17 April 2019 nanti.

Indarto mengatakan, petugas akan melakukan langkah persuasif terlebih dahulu jika mendapati sejumlah pihak yang tidak tertib di tempat pemungutan suara (TPS).

"Kalau ada yang tidak tertib, kita mulai dari persuasif dulu, kita suruh pergi. Tapi kalau (tetap) tidak mau (tertib), kita tangkap," kata Indarto, Sabtu (13/4/2019).

Baca juga: Masa Tenang, Aparat Copot Alat Peraga Kampanye


Indarto menjelaskan, saar berada di TPS, masyarakat dilarang untuk mengintimidasi pemilih lainnya yang hendak mengikuti proses pencoblosan.

"Pokoknya tidak boleh menghalangi, mengintimidasi bahkan memobilisasi orang untuk golput (golongan putih). Kalau sampai terjadi, itu sudah masuk ranah pidana," ujar Indarto.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi dalam area TPS tetap tertib, aman dan kondusif.

Baca juga: Bawaslu DKI Turunkan 34.000 Alat Peraga Kampanye

Adapun sebanyak 2.500 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan Pemilu di 6.720 TPS Kota Bekasi.

"Ada 1.550 personel dari kita (Polrestro Bekasi Kota), 200 personel dari TNI, dan 750 personel kepolisian dari Polda," tutur Indarto.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Megapolitan
Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Megapolitan
Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X