Tanggul Jatipadang Jebol Lagi, Cuaca dan Alat Berat Dinilai Jadi Kendala

Kompas.com - 17/04/2019, 16:26 WIB
Rumah Marrulah Rusak Parah Karena Tanggul Jatipadang Jebol, Selasa (16/4/2019) KOMPAS.com Walda MarisonRumah Marrulah Rusak Parah Karena Tanggul Jatipadang Jebol, Selasa (16/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan perbaikan tanggul di Jatipadang, Jakarta Selatan terkendala cuaca dan alat berat.

"Suhu itu penting, kalau situasi dan kondisi memungkinkan, bisa (diperbaiki secara permanen)," kata Marullah ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Pasalnya, perlu dibangun tanggul permanen. Semen tak akan bekerja maksimal jika kondisi hujan.

Baca juga: Banjir Gara-gara Tanggul Jebol, Dua TPS di Jatipadang Tidak Dipindahkan

Selain itu, perbaikan harus dilakukan manual dengan tangan. Sebab alat berat tak bisa masuk ke pinggir kali.

"Jalannya paling (selebar) orang jalan kaki berdua atau satu motor. Kan rasanya agak sulit juga bawa alat berat. Saya pikir kalau ada alat berat portable mudah-mudahan sih bisa. Teman-teman bilang tapi enggak ada," kata Marullah.

Padahal, tanggul perlu diperbaiki secara permanen.

"Emang yang jebol itu cukup panjang juga. Kelihatannya mungkin harus ada usaha yang kuat," ujar Marullah.

Baca juga: Baru 2 Pekan, Tanggul Jatipadang Jebol Lagi, Satu Rumah Hanyut

Saat ini, perbaikan baru dilakukan sementara dengan memasang karung pasir dan kayu dolken sebagai penahan.

Tanggul di kawasan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kembali jebol. Terakhir Tanggul Jatipadang jebol pada 31 Maret 2019. Tanggul jebol akibat derasnya air kali Pulo akibat hujan deras yang melanda wilayah ini beberapa saat lalu, Selasa (16/4/2019).

Akibatnya, jalanan setapak sepanjangan tanggul pun terputus karena derasnya aliran air. Tidak hanya tanggul dan jalanan yang rusak. Rumah salah seorang warga juga rusak akibat insiden ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X