Pencurian Motor di Restoran Piza Kawasan Bekasi Terekam Kamera CCTV

Kompas.com - 25/04/2019, 14:37 WIB
Pencurian sepeda motor di restoran piza di Bekasi terekam kamera CCTV. INSTAGRAM/ bekasi_24_jam Pencurian sepeda motor di restoran piza di Bekasi terekam kamera CCTV.

BEKASI, KOMPAS.com - Pencurian sepeda motor terekam kamera CCTV terjadi di halaman parkir restoran piza di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dalam video yang diunggah akun Instagtam @bekasi_24_jam, seorang pria mengenakan jaket hitam berdiri di depan restoran tersebut sambil melihat motor yang jadi target pencuriannya.

Tak lama kemudian, pelaku membobol kontak kunci motor tersebut dan membawa motor itu pergi.

Pelaku ternyata tidak seorang diri. Ia ditemani rekannya yang berjaga mengawasi situasi sekitar lokasi dengan sepeda motor.


Michael (22), kerabat korban bernama Firman yang merupakan karyawan restoran itu, mengatakan, pencurian sepeda motor Firman terjadi pada Selasa (23/4/2019 pukul 23.47 WIB.

Saat itu, ia dan korban hendak pulang kerja. Korban melihat sepeda motornya sudah tidak ada di halaman parkir.

"Pas selesai jam 00.00 WIB. Kita ke luar restoran dan saya sadar, kita berempat. Terus saya lihat (di parkiran) motor kok cuma 3," kata Michael saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Sindikat Curanmor Jadi Penjual Bakso Keliling untuk Intai Rumah Korban

Menyadari motor korban hilang, Michael dan korban langsung kembali ke restoran untuk melihat rekaman CCTV.

Dalam rekaman itu terlihat pencuri berjumlah dua orang dan membawa motor korban ke arah Bulak Kapal, Bekasi Timur.

"(Pelaku pertama) tinggi, pakai jaket hitam, pakai kupluk. Umurnya sekitar 25 tahun. (Pelaku kedua) yang nunggu (di atas motor) nggak kelihatan jelas (mukanya) soalnya gelap," ujar Michael.

Adapun korban sudah melaporkan pencurian sepeda motornya bermerek Honda Beat berwarna putih itu ke Polsek Bekasi Timur dengan nomor laporan LP/445/K/IV/2019/Sek Bks Tim.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Megapolitan
Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Megapolitan
DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X