Kompas.com - 07/05/2019, 07:21 WIB
Sampah-sampah plastik berserakan selepas buka puasa di Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). Bendungan Hilir memang terkenal sebagai salah satu lokasi berburu takjil paling populer di Ibukota. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSampah-sampah plastik berserakan selepas buka puasa di Bendungan Hilir, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). Bendungan Hilir memang terkenal sebagai salah satu lokasi berburu takjil paling populer di Ibukota.

Hasil dari manajemen waktu yang diterapkan Syarif, Ruswandi, dan Mega, membuat mereka punya waktu cukup lowong buat mempersiapkan dagangan esok hari. Syarif telah melangkah pulang sebelum azan maghrib bertalu, sedangkan Ruswandi dan Mega tinggal memuat peralatan ke mobil selepas buka puasa. Sementara Yani, tampak masih berkutat dengan es buahnya yang masih tersisa sepertiga baskom.

Sampah tak jelas pengelolanya

Aktivitas dengan massa sebanyak itu tentu menimbulkan sampah. Celakanya, tak satu pun terlihat tempat sampah di Benhil selama aktivitas berburu takjil itu. Sampah pembeli maupun pedagang yang didominasi plastik, berserakan ketika lapak berdagang mulai dirapikan malam hari.

Namun, beberapa menit berselang sejumlah pria tak berseragam cukup cekatan mengumpulkan serakan sampah dan membereskan lokasi. Berdasarkan keterangan para pedagang, petugas kebersihan itu merupakan orang-orang suruhan “pengelola”.

Soal keberadaan pengelola yang tak jelas identitasnya itu juga disinggung oleh Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Syarifudin.

“Mereka kan ada pengelola kegiatannya, jadi wajib mengelola (sampah) sendiri. Tanggung jawab saya kembalikan, kalau ada kegiatan keramaian sesaat, mereka juga harus menyiapkan sendiri kantong sampahnya,” kata Syarifudin saat dihubungi, Senin malam.

Syarifudin menambahkan bahwa pihaknya hanya melakukan operasi bersih-bersih secara umum seperti hari-hari biasa. Tidak ada upaya ekstra untuk membereskan timbunan sampah dari aktivitas berdagang takjil di Benhil karena aktivitas tersebut memang bukan tanggung jawab mereka.

Para pedagang juga membenarkan hal itu. Ruswandi, misalnya.

“Kami tahunya yang penting beres, bisa nitip meja. Sampah nanti ada yang bersihin sendiri, besok sudah kinclong lagi,” ujarnya.

Nuke yang mengaku telah sepuluh tahun berjualan di Benhil saat Ramadhan menyebut soal biaya sewa kepada seorang koordinator yang menyediakan fasilitas berdagang.

“Kalau di sini, tujuh hari sebelum hari pertama (puasa) itu kita cepat-cepatan, siapa cepat dia dapat. Cuma, kan orang-orang lama biasanya sudah kenal sama koordinator. Jadi tinggal, ‘Bos, kita mau buka lapak’. Bayar sewa bulanan, langsung dikasih,” ungkap Nuke.

Ketika ditanya soal besaran biaya sewa yang perlu disetor, para pedagang kompak menjawab “kurang tahu”, lalu mengalihkan pembicaraan.

Bagaimana pun, Benhil rasanya akan tetap jadi lokasi favorit berburu takjil di Jakarta,  setidaknya sampai saat ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan Tutup, Pengunjung yang Terlanjur Datang Pilih Liburan di Mal

Ragunan Tutup, Pengunjung yang Terlanjur Datang Pilih Liburan di Mal

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, Pemkot Jakarta Timur Sediakan Swab Test Antigen Gratis

Arus Balik Lebaran, Pemkot Jakarta Timur Sediakan Swab Test Antigen Gratis

Megapolitan
Perampok di Bekasi Perkosa Gadis yang Sedang Main Tiktok, Ancam Bunuh jika Teriak

Perampok di Bekasi Perkosa Gadis yang Sedang Main Tiktok, Ancam Bunuh jika Teriak

Megapolitan
Maling Mobil di Bekasi Tabrak 8 Warga saat Kabur, Diamuk Massa di Cakung

Maling Mobil di Bekasi Tabrak 8 Warga saat Kabur, Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Terjadi Lonjakan Pengunjung, Kepulauan Seribu Juga Ditutup untuk Wisatawan

Terjadi Lonjakan Pengunjung, Kepulauan Seribu Juga Ditutup untuk Wisatawan

Megapolitan
Update Kasus Covid-19 di Tangerang Bertambah 17, Total 9.174

Update Kasus Covid-19 di Tangerang Bertambah 17, Total 9.174

Megapolitan
Update 15 Mei: Tambah 7, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Sebanyak 11.082

Update 15 Mei: Tambah 7, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Sebanyak 11.082

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Cerah Berawan dan Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Cerah Berawan dan Hujan Ringan

Megapolitan
Urai Kepadatan di KRL Jabodetabek, BPTJ Sediakan Bus Gratis

Urai Kepadatan di KRL Jabodetabek, BPTJ Sediakan Bus Gratis

Megapolitan
Pemprov DKI Tutup 20 Museum dan Kawasan Budaya Ini sampai Besok

Pemprov DKI Tutup 20 Museum dan Kawasan Budaya Ini sampai Besok

Megapolitan
Ingat, Hari Ini dan Besok TMII, Ragunan, dan Ancol Ditutup

Ingat, Hari Ini dan Besok TMII, Ragunan, dan Ancol Ditutup

Megapolitan
Depok Catat 31 Kasus Baru Covid-19, Sabtu

Depok Catat 31 Kasus Baru Covid-19, Sabtu

Megapolitan
Update 15 Mei 2021: Kota Bekasi Catat 38 Kasus Baru Covid-19

Update 15 Mei 2021: Kota Bekasi Catat 38 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Ada 12 Posko untuk Periksa Surat Bebas Covid-19 Warga yang Kembali ke Jakarta Usai Mudik

Ada 12 Posko untuk Periksa Surat Bebas Covid-19 Warga yang Kembali ke Jakarta Usai Mudik

Megapolitan
UPDATE: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 227 Orang

UPDATE: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 227 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X