Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan, Ini Kata Pengelola

Kompas.com - 06/06/2019, 14:16 WIB
Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (6/6/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonSampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (6/6/2019)


JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan nampaknya banyak yang tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Hal itu terlihat dari banyak sampah berserakan di lokasi taman.

Pantauan Kompas.com Kamis (6/6/2019) di depan taman wahana gajah pukul 12.40, terlihat banyak sampah berserakan.

Baca juga: Hindari Pohon Tumbang, Pengelola Ragunan Pangkas 10 Persen Pohon di Taman

Mayoritas sampah yang berserakan yakni sampah tisu, plastik, kertas bungkus makanan dan botol plastik. Tidak hanya di taman, sampah juga menghiasi selokan di setiap sisi jalan taman.

Tidak terlihat para petugas kebersihan di sekitar lokasi.

Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (6/6/2019)KOMPAS.com / Walda Marison Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (6/6/2019)

Kepala Satuan Pelaksana Promosi Kebun Binatang Ragunan Ketut Widarsono mengakui kesulitan melakukan pembersihan karena padatnya pengunjung.

Baca juga: Pengunjung Boleh Beri Makan Gajah di Taman Margasatwa Ragunan

"Petugas kesulitan, agak kesulitan karena jumlah pengunjung yang padat. Kalau sudah senggang akan dibersihkan," kata dia, saat ditemui di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis.

"Kita selalu mengimbau kepada pengunjung agar tidak buang sampah sembarangan, agar selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak terlepas dari pantauan orangtua," tutup dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Megapolitan
Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Megapolitan
Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X