H+2 Lebaran, Ragunan Dipadati 39.388 Pengunjung pada Siang Hari

Kompas.com - 07/06/2019, 13:35 WIB
Sejumlah pengunjung memadati Taman Margasatwa Ragunan di H+1 Lebaran, Kamis (6/6/2019)KOMPAS.com / Walda Marison Sejumlah pengunjung memadati Taman Margasatwa Ragunan di H+1 Lebaran, Kamis (6/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Pelaksana Promosi Kebun Binatang Ragunan Ketut Widarsono mengatakan hingga saat ini, total pengunjung mencapai 39.388 pada Jumat (7/6/2019).

Total tersebut tercatat hingga pukul 11.00.

"Untuk pukul 11.00 jumlah pengunjung sampai 39.388. Jumlah kemungkinan akan terus naik," ucap dia saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, jumlah tersebut masih belum mencapai target pengunjung yang ditetapkan hari ini. Pasalnya, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung pada H+2 Lebaran ini sebanyak 60.000.

Baca juga: Anak Hilang di Ragunan? Begini Cara Petugas Mempertemukannya dengan Anda

Dia optimistis jika target tersebut akan tercapai.

Sebelumnya, pihkanya menargetkan jumlah pengunjung pada H+1 lebaran sebanyak 70.000 orang. Namun jumlah pengunjung pun melebihi target karena mencapai angka 73.465.

Angkat tersebut diyakini akan terus naik per harinya hingga mencapai puncak pada tanggal 8 dan 9 Juni.

"Kami perkirakan puncak kunjungan pada tanggal 8 tanggal 9 itu sampai 150 ribu," ujar dia, Kamis (6/7/2019) kemarin.

Dia berharap para pengunjung bisa menikmati setiap wahana Taman Margasatwa Ragunan dengan tetap menjaga kebersihan. Dirinya juga mengimbau pengunjung agar tetap mengawasi anggota keluarganya agar tidak hilang dalam kerumunan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X