Adnan Pandu Praja dan Eks Kabasarnas Jadi Komisaris PT MRT Jakarta

Kompas.com - 12/06/2019, 09:59 WIB
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja saat berbicara dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema KTP Diurus KPK di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja saat berbicara dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema KTP Diurus KPK di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.comPT MRT Jakarta mengangkat dua tokoh baru sebagai komisaris. Mantan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi kini didapuk menjadi komisaris utama MRT. 

Selain Syaugi, PT MRT Jakarta juga memilih Adnan Pandu Praja sebagai salah satu komisaris. 

Corporate Secretary PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, perombakan dilakukan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT MRT Jakarta untuk Mengangkat Komisaris Utama dan Penggantian Komisaris.

Baca juga: Adnan Pandu Praja: Betul, Saya Masuk Tim Sukses Anies-Sandi


"Muhammad Syaugi memiliki pengalaman sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI periode 2014-2017 dan menjabat Kepala Badan SAR Nasional periode tahun 2017 – 2019," kata Kamaluddin dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6/2019). 

Awal tahun ini, Syaugi pensiun sebagai Kabasarnas dan anggota TNI.

Pada Pilkada DKI 2016, Adnan bergabung di tim sukses Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, sosoknya lebih dikenal sebagai mantan salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Penumpang MRT Jakarta Capai 90.000 Orang pada Libur Lebaran, 80 Persen Wisatawan

"Adnan Pandu Praja sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil pimpinan KPK periode 2011-2015 dan merupakan anggota TC 309 ISO 37001 Sistem Management Anti Penyuapan pada tahun 2017," ujarnya. 

Adapun, saham PT MRT Jakarta sepenuhnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

"Sehubungan untuk penyegaran pada pengurus Perseroan PT MRT Jakarta, Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT MRT Jakarta per tanggal 31 Mei 2019 memutuskan memberhentikan dengan hormat Sdr Rukijo selaku Plt. Komisaris Utama Perseroan yang telah menjabat sejak 10 Mei 2018," ujarnya. 

Baca juga: Gedung Tripatra Akan Dijadikan Park and Ride Dekat Stasiun MRT Fatmawati

Kendati demikian, Rukijo masih tetap dipertahankan sebagai salah satu komisaris.

Selain Rukijo, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal yang juga duduk di kursi komisaris sejak masih menjadi Kepala Dinas Bina Marga juga dicopot.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X