Massa Aksi MK Berencana Datangi Komnas HAM dan DPR RI

Kompas.com - 27/06/2019, 18:38 WIB
Massa melakukan sholat berjamaah di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). Unjuk rasa tersebut digelar untuk mengawal sidang putusan sengketa hasil Pilpres tahun 2019 di Mahkamah Konstitusi. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMassa melakukan sholat berjamaah di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). Unjuk rasa tersebut digelar untuk mengawal sidang putusan sengketa hasil Pilpres tahun 2019 di Mahkamah Konstitusi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa yang menggelar aksi di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi ( MK) berencana kembali turun ke jalan pada Jumat (28/6/2019) esok.

Dalam orasinya, Koordinator lapangan aksi damai sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Abdullah Hehamahua mengajak massa berkumpul di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah itu, massa bergerak ke Komnas HAM

Baca juga: Massa Aksi MK Ambil Wudu dari Kolam Air Mancur Patung Kuda


"Besok shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. Dari sana kita lapor ke Komnas HAM mengenai korban KPPS dan korban (kerusuhan) tangal 22 Mei," ucap Abdullah kepada massa, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) sore.

Mereka juga akan mengajukan agar Pemilu 2019 diinvestigasi peradilan internasional.

"Kami sampaikan ke peradilan internasional agar ada investigasi pada IT KPU supaya peradilan internasional turut campur tangan," ujarnya. 

Baca juga: Massa Aksi MK Membubarkan Diri, Kembali Lagi Kamis Esok Pukul 08.00

Setelah dari Komnas HAM, massa berencana menuju DPR RI.

Pihaknya berharap anggota legislatif dapat memanggil KPU, Polri, dan Bawaslu terkait fenomena kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Megapolitan
Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Megapolitan
Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

Megapolitan
Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X