Jawab Anies, WALHI Nilai Polusi Udara DKI karena Kebijakan yang Tak Tegas

Kompas.com - 08/07/2019, 11:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/4/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengkritik respons Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait gugatan sejumlah pihak atas polusi udara di Jakarta.

Anies menyebut, mereka yang menggugatnya karena polusi udara sebenarnya ikut berkontribusi memperburuk kualitas udara Jakarta.

Atas respons tersebut, Tubagus mengatakan, polusi udara semakin memburuk bukan hanya karena tingginya jumlah kendaraan di DKI, tetapi karena tak adanya regulasi dan kebijakan yang tegas.

"Bukan itu seharusnya yang diucapkan pemerintah. Dia sadar enggak sih semua ini penyebabnya adalah kebijakan. Yang seharusnya dia batasi adalah inputnya, pernah enggak pemerintah itu melakukan pembatasan terhadap peredaran terhadap produksi kendaraan pribadi?" ucap Tubagus saat dihubungi, Senin (8/7/2019).


Baca juga: Anies Sebut Penggugatnya Ikut Perburuk Kualitas Udara Jakarta

Tubagus mengatakan, transportasi publik justru harus diperbanyak dan memanfaatkan jalan yang sekarang sudah ada.

Artinya, kendaraan pribadi harus dibatasi dan digantikan dengan transportasi publik.

"Biayanya tidak banyak dan artinya kendaraan pribadi dibatasi. Ini juga bukan hanya masalah transportasinya saja tapi managemen transportasinya yang bermasalah," kata dia.

"Dari dulu begitu kok dibatasi tapi orang beli mobil segala macem, itu berpengaruh enggak? Makanya pemerintah itu banyak PR soal bagaimana memulihkan udara Jakarta," lanjutnya.

Baca juga: LBH Jakarta: Anies Salah Tangkap jika Anggap Polusi Udara hanya dari Transportasi

Sebelumnya Anies mengatakan, mereka yang menggugatnya karena polusi udara sebenarnya ikut berkontribusi memperburuk kualitas udara Jakarta.

"Teman-teman yang hari ini melakukan tuntutan hukum itu pun kita-kita semua senyatanya ikut kontribusi pada penurunan kualitas udara, kecuali sudah pada naik sepeda semua," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/7/2019).

Anies menjelaskan, penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara Jakarta.

Baca juga: 5 Upaya Pemprov DKI Tekan Polusi Udara Jakarta

Oleh karena itu, dia mengimbau semua pihak untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Sejumlah warga menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Presiden karena kualitas udara Jakarta makin memburuk.

Mereka yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Greenpeace Indonesia, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta itu melayangkan gugatan warga negara atau citizen law suit (CLS) melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tujuan Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

3 Tujuan Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

Megapolitan
Anies: Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 5 Kali agar Manfaat Infrastruktur Bisa Maksimal

Anies: Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 5 Kali agar Manfaat Infrastruktur Bisa Maksimal

Megapolitan
BERITA FOTO: Ricuh di Depan Gedung KPK, Lempar Telor Hingga Aksi Bakar Ban

BERITA FOTO: Ricuh di Depan Gedung KPK, Lempar Telor Hingga Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Jadi Korban Pecah Kaca Mobil, Rico Ceper Rugi Rp 14 Juta

Jadi Korban Pecah Kaca Mobil, Rico Ceper Rugi Rp 14 Juta

Megapolitan
Sudah Dua Kali Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Anjlok

Sudah Dua Kali Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Anjlok

Megapolitan
Anies: Formula E Tak Akan Terlalu Ganggu Arus Lalu Lintas

Anies: Formula E Tak Akan Terlalu Ganggu Arus Lalu Lintas

Megapolitan
Tol Jakarta-Tangerang Ramai Lancar Pasca-kecelakaan di KM 13

Tol Jakarta-Tangerang Ramai Lancar Pasca-kecelakaan di KM 13

Megapolitan
Kaca Mobil Rico Ceper Dipecah Maling, Tas Dicuri

Kaca Mobil Rico Ceper Dipecah Maling, Tas Dicuri

Megapolitan
Pertahankan Rumah di Tengah Kompleks Apartemen, Lies Tolak Tawaran Satu Unit hingga Uang Rp 3 M

Pertahankan Rumah di Tengah Kompleks Apartemen, Lies Tolak Tawaran Satu Unit hingga Uang Rp 3 M

Megapolitan
Mengenal Formula E, Ajang Balap Internasional yang Akan Digelar di Jakarta

Mengenal Formula E, Ajang Balap Internasional yang Akan Digelar di Jakarta

Megapolitan
Polisi Amankan Dua Orang dalam Kericuhan Demo di Depan Gedung KPK

Polisi Amankan Dua Orang dalam Kericuhan Demo di Depan Gedung KPK

Megapolitan
Aksi Tabur Bunga Warnai Unjuk Rasa Mahasiswa Bogor Tolak Pengesahan RUU KPK

Aksi Tabur Bunga Warnai Unjuk Rasa Mahasiswa Bogor Tolak Pengesahan RUU KPK

Megapolitan
Punya Rumah di Tengah Apartemen, Lies Harus Beli Air hingga Bayar Karcis Masuk

Punya Rumah di Tengah Apartemen, Lies Harus Beli Air hingga Bayar Karcis Masuk

Megapolitan
MRT Jakarta Ingin Pakai Energi Terbarukan untuk Fase Selanjutnya

MRT Jakarta Ingin Pakai Energi Terbarukan untuk Fase Selanjutnya

Megapolitan
Berkas Perkara Kasus Pengibaran Bendera Bintang Kejora Dilimpahkan ke Kejati DKI

Berkas Perkara Kasus Pengibaran Bendera Bintang Kejora Dilimpahkan ke Kejati DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X